Welcome

Selamat Datang di blogmengini, sebuah blog yang akan membuat anda tertarik untuk selalu menyimak dan manikmati baik yang bersifat pengetahuan maupun artistik lainnya.

Selasa, 24 Agustus 2010

Laporan Ahir Agustus

Senin (9/8) saya melakukan pengecekan jaringan SeaEdunet di SD N Kesetnana. saya memang sengaja secepatnya melakukan pengecekan di sekolah ini, mengingat diantara 5 titik yang kami pasang, di sekolah ini yang paling kurang bagus cuacanya. Selain itu, di sekolah ini yang sempat mengalami perpindahan tempat parabola karena sinyal tidak pernah stabil dan cenderung menurun terus.
Tapi Alhamdulillah setelah saya lakukan pengecekan, ternyata sinyal masih stabil pada posisi 85% untuk Trans Tv dan 83% untuk Seamolec dengan BER 0%. Setelah memastikan sinyal dalam kondisi stabil, saya langsung melakukan pengecekan jaringan, dan Alhamdulillah jaringan juga bagus, siaran pun bisa ditangkap dengan baik, tak lupa sambil melakukan pengecekan saya memberikan pelajaran kepada Teknisi Lokal yang kebetulan masih baru, karena yang lama mengundurkan diri dengan alasan sudah diterima bekerja di sebuah PT. Meski bisa dipahami, tapi masih perlu banyak belajar lebih banyak, karena teknisi lokal ini memang kurang menguasai komputer. Saya hanya berpesan agar dia mempelajarinya melalui modul yang saya kasihkan pada SOP sambil dipraktekkan, nanti ketika ada permasalahan agar menghubungi saya.
Keesokan harinya, Selasa (10/8) saya diminta oleh Kepala SD Inpres Oenali untuk mengajari guru-guru belajar komputer terutama program Microsoft Excel, rata-rata guru di sekolah ini hanya mampu mengoperasikan Microsoft Word saja, sementara Dinas PPO sering meminta laporan sekolah dengan format menggunakan Microsoft Excel sehingga seringkali laporan yang harus dikirim ke Dinas direntalkan. Alhamdulillah proses pembelajaran bisa berjalan dengan baik, guru-guru bisa menangkap dan memahaminya secara cepat, meski belum sepenuhnya saya ajarkan. Selanjutnya hari Rabu-minggu (11-15/8) semua sekolah libur nasional bertepatan dengan awal puasa ramadlan, tapi tetap dimanfaatkan oleh pihak sekolah untuk melakukan persiapan lomba Agustusan.
Senin (16/8) saya melakukan pengecekan jaringan di SD N Ajaobtomas. Sekolah ini belum pernah sekalipun saya check sejak dipasang Multicast mengingat kondisi listrik yang tidak stabil alias sering mati sendiri, sehingga saya baru sempat melakukan pengecekan di sekolah ini. Untuk menuju ke sekolah ini, saya harus naik 2x kendaraan, pertama naik angkot dengan biaya Rp 5.000,- turun di Kota SoE, kemudian naik ojeg dengan biaya Rp 20.000,-, sehingga sekali jalan harus mengeluarkan uang Rp 25.000,- PP Rp 50.000,- dan waktu yang ditempuh adri tempat tinggalku ke sekolah ini sekitar 1,5 jam.
Berangkat jam 08.00 WITA saya sampai di sekolah ini jam 09.30 WITA, dan langsung melakukan pengecekan sinyal parabola. Alhamdulillah sinyal stabil pada posisi 87% untuk Trans TV dan 85% untuk Seamolec. Selanjutnya saya cek jaringan dan streaming, semuanya bagus. Seperti biasa saya melakukan pengecekan sambil memberikan pelajaran kepada teknisi lokal, Alhamdulillah sudah bisa dipahami sedikit demi sedikit oleh teknisi lokal meski perlu banyak belajar.
Selasa (17/8) saya bersama Kepala SD Inpres oenali mengikuti Upacara Bendera dalam rangka Peringatan Kemerdekaan RI Ke-65 di Lapangan Kecamatan Amanuban Barat. Pada hari Rabu (18/8) saya melakukan pengecekan di SD GMIT Oinlasi. Saya berangkat dari rumah jam 08.00 WITA menggunakan Angkot turun di Cabang Niki-Niki dengan biaya Rp 10.000,-, kemudian naik ojeg menuju sekolah dengan biaya Rp 25.000,-, jadi untuk menuju sekolah ini saya harus mengeluarkan dana sebesar Rp 35.000,- satu kali jalan PP Rp 70.000,- (benar-benar lumayan pengeluaran untuk transportasi). Sampai di sekolah jam 10.10 WITA dan langsung saya lakukan pengecekan sinyal, Alhamdulillah masih stabil pada posisi 83% untuk Trans TV dan 85% untuk Seamolec (entah kenapa sinyal Seamolec disini lebih besar dari Trans TV). Selanjutnya seperti biasa saya langsung check jaringan dan streaming sambil memberikan pembelajaran kembali kepada teknisi lokal, Alhamdulillah meski agak rumit tapi ahirnya bisa dipahami juga. Selesai pengecekan jam 14.00 WITA saya langsung mencari Masjid untuk sholat dzuhur (kebetulan di sini ada Masjid meski jalan kaki lumayan jauh). Pulang dari SD GMIT Oinlasi jam 15.30 dan sampai di rumah tempat tinggal jam 17.45 WITA.
Kamis (19/8) saya melakukan pengecekan di SD Inpres Oenali. Sekolah ini yang paling dekat dengan tempat tinggalku karena memang saya tinggal di rumah kepala sekolah ini, sehingga saya cukup berjalan kaki sekitar 350 M. Alhamdulillah pengecekan berjalan lancar, sinyal stabil pada posisi 84% untuk Trans TV dan 86% untuk Seamolec, jaringan dan siaran pun bisa ditangkap dengan bagus. Namun sayang belum bisa memberikan pembelajaran lanjutan kepada teknisi lokal mengingat teknisi lokal sedang ada acara di Jakarta.
Jum'at (20/8) saya diminta oleh Ibu Kepala SD Inpres Panite 2 untuk mengantarnya membeli komputer di Kota SoE. berangkat dari rumah jam 09.00 WITA dan hanya butuh waktu sekitar 20 menit untuk sampai di toko komputer yang dituju, namun sampai di sana Ibu Kepala belum datang hingga saya menunggu di depan toko sekitar 15 menit. Setelah bertemu dan langsung masuk ke toko, kemudian pihak sekolah melobi pemilik toko, karena dana sekolah belum mencukupi sehingga harus ambil kredit. Alhamdulillah ada kata sepakat antara pemilik toko dan pihak sekolah. saya meminta kepada pemilik toko agar komputer tidak perlu diinstal SO, tapi ternyata pemilik toko tidak begitu paham komputer (baru kali ini saya ketemu penjual komputer tidak paham komputer). Selanjutnya saya nyalakan komputer tapi kabel yang menghubungkan CPU dan Monitor dicari tidak ketemu-ketemu, hingga saya menunggu sampai jam 11.30 WITA. setelah kabel ketemu langsung saya nyalakan ternyata sudah ada Windows XPnya, tapi penjual komputer tidak tahu, dia hanya bilang bahwa pihaknya ambil dari agennya sudah seperti itu. Ahirnya komputer diterima, dan mengingat waktu sudah menunjukkan jam 1145 WITA, maka saya pamitan kepada Ibu Kepala untuk ke Masjid menunaikan Sholat Jum'at, dan saya akan menginstal server esok harinya karena jika setelah selesai sholat jum'at saya ke Panite, maka alamat saya pulang malam dan tidak ada kendaraan dan di panite tidak tempat untuk saya tinggal padahal saya juga sedang puasa, jarak tempuh ke sekolah ini sekitar 2 jam.
sesuai janji saya, sabtu (21/8) saya berangkat ke SD Inpres Panite 2, dari rumah jam 07.00 WITA menggunakan bus jurusan kupang turun di Batu Putih (perbatasan TTS dan Kupang) dengan biaya Rp 10.000,-, kemudian dari Batu Putih saya naik ojeg dengan biaya Rp 20.000,- jadi biaya yang harus dikeluarkan untuk sampai di SD Inpres Panite 2 sebesar Rp 30.000,- satu kali jalan, PP Rp 60.000,-. sampai di sekolah jam 09.15 WITA, di sana telah menunggu guru-guru dan Kepala sekolah, tapi di sekolah ini hanya ada listrik ketika malam hari, sehingga sampai di sana saya harus menunggu pihak sekolah menyediakan diesel, setelah menunggu sekitar 30 menit diesel nyala, saya langsung menyalakan komputer untuk terlebih dahulu menghilangkan partisi dengan menggunakan CD instalasi Windows XP, namun setelah saya masukkan CD Windows XP ternyata CD yang dikasihkan Rustam tidak bisa digunakan, sementara saat beli komputer lupa tidak dikasih CD Windows XP, saya coba berulang-ulang sampai jam 13.30 WITA tidak bisa juga, ahirnya saya matikan komputer dan saya berjanji akan mengulang instalasi server pada hari berikutnya. Setelah berpamitan, saya kemudian pulang dari Panite jam 14.00 WITA.
Senin (23/8) yang semestinya saya akan mengulang instalasi server di Panite, tapi dapat sms dari Seamolec bahwa hari senin jam 08.00 WIB atau jam 09.00 WITA ada vcon Seamolec - Undana di Kupang, sehingga semua tim NTT diminta untuk memantau siaran tersebut dan selanjutnya melaporkan hasil siaran tersebut. Ahirnya saya memutuskan untuk memantau di sekolah terdekat yaitu di SD Inpres Oenali dan teknisi lokal di sekolah lain saya telpon untuk ikut memantaunya. Namun karena masih agak bingung saya harus telpon cukup lama untuk tiap sekolah menerangkan cara menyalakan streaming. Setelah ditunggu hingga jam 10.30 WITA tidak juga muncul siaran, ternyata acara tersebut dibatalkan mengingat Jaringan dari Undana sedang dipakai untuk acara Seminar (cape dech.....).
Selasa (24/8) yang sedianya saya akan ke Panite lagi, tapi saya belum mendapatkan instalasi Windows XP yang baru sehingga dengan terpaksa ditunda lagi.

Catatan : Dari titik yang sudah bagus jaringannya belum ada satupun yang mendapatkan kiriman data dari Seamolec, sehingga ketika saya cek data selalu kosong. Demikian laporan sementara saya dari Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi nusa Tenggara Timur, mohon share dari teman-teman dan pihak Seamolec untuk perbaikan kinerja saya ke depan.

Minggu, 08 Agustus 2010

Laporan Awal Agustus


Setelah menunggu keputusan dari Dinas PPO Kab. TTS Prov. NTT, ahirnya diputuskan tidak ada pemindahan tempat jaringan SeaEdunet, namun untuk di SD N Kesetnana yang lokasinya memiliki cuaca kurang bagus, angin berhembus terlalu kencang hingga posisi parabola terus goyang, maka harus digeser ke posisi yang lebih bagus. sehingga, kamis (5/8) saya ditemani santoso melakukan pointing ulang, setelah sebelumnya pihak sekolah membongkar tempat parabola dan menggeser parabola ke selatan, di sini angin tidak membuat parabola bergoyang lagi.
Alhamdulillah meski dengan peralatan seadanya, akhirnya pointing dapat kami lakukan dengan baik dan sukses. SNR menembus angka 86% dan membutuhkan waktu 1,5 jam. Setelah selesai melakukan pointing, kami langsung melakukan pengecekan jaringan, Alhamdulillah jaringan juga bagus, dan bisa menghasilkan siaran dari seamolec melalui Videolan vlc.
Hari berikutnya, jum'at (6/8) santoso kembali ke Kefamenanu Kab. TTU dan saya kembali melakukan pengecekan di SD Inpres Oenali Kec. Amanuban Barat, Alhamdulillah meski tutup LNB terlepas dan segera saya pasang kembali, tetapi sinyal tetap stabil, SNR tetap pada posisi 85%, dan siaran bisa ditangkap dengan baik.
Sabtu (7/8) saya melakukan pengecekan di SD GMIT Oinlasi Kec. Amanatun Selatan. di sekolah ini sejak dipasang jaringan belum sempat saya cek kembali karena posisi listrik tidak stabil, sering mengalami mati lampu secara endadak dalam waktu yang cukup lama hingga berhari-hari. Setelah dilakukan pengecekan ternyata SNR turun hingga 63%, ahirnya saya lakukan pointing ulang dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya Alhamdulillah bisa kembali normal, SNR mencapai 86%, dan saya cek pada client dg membuka 192.168.1.254 pada browser, siaran televisi bisa saya jalankan melalui komputer clien yaitu dengan menggunakan laptopku. Akan tetapi ketika saya cek melalui vlc tidak mau muncul siaran, padahal sinyal sudah stabil. Apakah ini karena program vlc punyaku yang bermasalah? (mohon sharing dr teman-teman).
Sementara di sekolah lain yang terpasang jaringan SeaEdunet, yaitu SD N Ajaobtomas Kec. Molo Utara belum sempat saya cek ulang jaringan karena saluran listrik di sana belum stabil, alias sering mati. Sedangkan sekolah lain yang juga belum saya cek adalah di SD Inpres Panite 2 Kec. Amanuban Selatan. Di sana sampai sekarang belum diinstal server karena memang sekolah tersebut belum memiliki komputer, tapi pihak sekolah berjanji akan membeli komputer setelah dana BOS cair, kira-kira antara agustus atau september, maklum di sini semua Sekolah Dasar tidak memungut biaya sekolah sepeser pun dari siswa, sehingga semua kebutuhan sekolah harus menunggu dana BOS.
Demikian laporan sementara saya dari Kab. Timor Tengah Selatan Prov. Nusa Tenggara Timur. Besar harapan saya, ada kritik dan saran atau sharing dari teman-teman semua atau dari pihak Seamolec untuk memperbaiki kinerja saya di sini. Atas kebersamaan teman-teman dalam rangka membangun negeri ini, saya ucapkan terima kasih, dan mohon maaf jika kinerja saya hasilnya kurang maksimal.

Laporan Awal Agustus

Setelah menunggu keputusan dari Dinas PPO Kab. TTS Prov. NTT, ahirnya diputuskan tidak ada pemindahan tempat jaringan SeaEdunet, namun untuk di SD N Kesetnana yang lokasinya memiliki cuaca kurang bagus, angin berhembus terlalu kencang hingga posisi parabola terus goyang, maka harus digeser ke posisi yang lebih bagus. sehingga, kamis (5/8) saya ditemani santoso melakukan pointing ulang, setelah sebelumnya pihak sekolah membongkar tempat parabola dan menggeser parabola ke selatan, di sini angin tidak membuat parabola bergoyang lagi.
Alhamdulillah meski dengan peralatan seadanya, akhirnya pointing dapat kami lakukan dengan baik dan sukses. SNR menembus angka 86% dan membutuhkan waktu 1,5 jam. Setelah selesai melakukan pointing, kami langsung melakukan pengecekan jaringan, Alhamdulillah jaringan juga bagus, dan bisa menghasilkan siaran dari seamolec melalui Videolan vlc.
Hari berikutnya, jum'at (6/8) santoso kembali ke Kefamenanu Kab. TTU dan saya kembali melakukan pengecekan di SD Inpres Oenali Kec. Amanuban Barat, Alhamdulillah meski tutup LNB terlepas dan segera saya pasang kembali, tetapi sinyal tetap stabil, SNR tetap pada posisi 85%, dan siaran bisa ditangkap dengan baik.
Sabtu (7/8) saya melakukan pengecekan di SD GMIT Oinlasi Kec. Amanatun Selatan. di sekolah ini sejak dipasang jaringan belum sempat saya cek kembali karena posisi listrik tidak stabil, sering mengalami mati lampu secara endadak dalam waktu yang cukup lama hingga berhari-hari. Setelah dilakukan pengecekan ternyata SNR turun hingga 63%, ahirnya saya lakukan pointing ulang dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya Alhamdulillah bisa kembali normal, SNR mencapai 86%, dan saya cek pada client dg membuka 192.168.1.254 pada browser, siaran televisi bisa saya jalankan melalui komputer clien yaitu dengan menggunakan laptopku. Akan tetapi ketika saya cek melalui vlc tidak mau muncul siaran, padahal sinyal sudah stabil. Apakah ini karena program vlc punyaku yang bermasalah? (mohon sharing dr teman-teman).
Sementara di sekolah lain yang terpasang jaringan SeaEdunet, yaitu SD N Ajaobtomas Kec. Molo Utara belum sempat saya cek ulang jaringan karena saluran listrik di sana belum stabil, alias sering mati. Sedangkan sekolah lain yang juga belum saya cek adalah di SD Inpres Panite 2 Kec. Amanuban Selatan. Di sana sampai sekarang belum diinstal server karena memang sekolah tersebut belum memiliki komputer, tapi pihak sekolah berjanji akan membeli komputer setelah dana BOS cair, kira-kira antara agustus atau september, maklum di sini semua Sekolah Dasar tidak memungut biaya sekolah sepeser pun dari siswa, sehingga semua kebutuhan sekolah harus menunggu dana BOS.
Demikian laporan sementara saya dari Kab. Timor Tengah Selatan Prov. Nusa Tenggara Timur. Besar harapan saya, ada kritik dan saran atau sharing dari teman-teman semua atau dari pihak Seamolec untuk memperbaiki kinerja saya di sini. Atas kebersamaan teman-teman dalam rangka membangun negeri ini, saya ucapkan terima kasih, dan mohon maaf jika kinerja saya hasilnya kurang maksimal.

Senin, 02 Agustus 2010

Laporan Magang Akhir Juli

Hadir di pulau pengembaraan di wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan Prov. Nusa Tenggara Timur pada sabtu, 17 Juli 2010. Awalnya terjadi kerancuan, mengingat kami dengan Rustam Ikhsanusi (Staff Seamolec) sedianya berangkat tgl 16/07 tapi diundur sehari yaitu 17/07 mengingat tidak tersedianya tiket pesawat untuk tgl 16/07, hal itu juga sudah dikonfirmasikan ke pihak YGCC dlm hal ini Mas Erwin dan Mas Apri, namun terjadi miskomunikasi, informasi pengunduran jadwal kami tidak sampai ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kab. TTS, sehingga pd 16/07 sebenarnya telah berkumpul guru2 perwakilan dari 5 sekolah yang akan mendapatkan bantuan jaringan SeaEdunet. Namun Alhamdulillah semua itu tidak menjadi kendala berarti.
Keesokan harinya, minggu 18/07 kami langsung disambut dengan sangat baik di SD Inpres Oenali Kec. Amanuban Barat, sampai kami dianugerahi kenang2an cindera mata berupa selendang yang merupakan khas Budaya Timor. setelah berramah tamah beberapa saat, kami pun langsung menyerahkan perlengkapan SeaEdunet untuk 2 sekolah yaitu SD Inpres Oenali dan SD GMIT Oinlasi Kec. Amanuban Selatan. sekitar jam 13.00 WITA kami meluncur ke SD N Kesetnana Kec. Molo Selatan dan disambut oleh Kepala Sekolah yang didampingi beberapa orang guru. setelah berramah tamah, kemudian kami menyerahkan perlengkapan SeaEdunet untuk 3 sekolah yaitu untuk SD N Kesetnana, SD N Ajaobtomas Kec. Molo Utara dan SD Inpres Panite 2 Kec. Amanatun Selatan.
Senin, 19/07 semua perwakilan dari 5 sekolah yang akan menjadi Teknisi Lokal di masing-masing sekolah berkumpul di SD Inpres Oenali guna mengikuti pelatihan yang kami adakan, hadir pada saat itu Sekretaris Dinas PPO kab. TTS. Selesai pelatihan kami lanjutkan dengan pointing di SD Inpres Oenali hingga pukul 18.30 WITA.
Hari-hari kami selanjutnya disibukkan dengan pointing dari 1 sekolah ke sekolah lain, hingga akhirnya semua titik berhasil terpasang jaringan SeaEdunet. Namun demikian ada sedikit kendala yang kami alami, diantaranya di SD Inpres Panite 2 ternyata belum memiliki komputer dan berjanji akan membeli komputer pada sekitar bulan Agustus ketika dana BOS cair (maklum sekolah di sini memang tidak memungut biaya sepeser pun dari siswa sehingga semua kebutuhan sekolah harus menunggu cairnya dana BOS). Akibatnya kami belum sempat menginstal server pada sekolah tersebut. Proses pointing di 5 sekolah berhasil kami selesaikan pada Sabtu 24/07.
Hari Minggu, 25/07, Rustam meluncur ke Kupang karena esok harinya, senin 26/07 dia harus kembali ke Jakarta. Senin pagi saya melakukan pengecekan di SD N Kesetnana, memang sengaja saya memulai pengecekan di sekolah ini mengingat di sekolah ini yang paling susah dalam pemasangan parabola, dimungkinkan karena angin yang sangat kencang sehingga parabola goyang-goyang terus. Selepas dari Kesetnana, saya langsung meluncur ke Oenali, tepatnya di rumah Ibu Yublina A Tahun, Kepala SD Inpres Oenali, di sini saya diterima dengan baik, bahkan disediakan tempat untuk tinggal tanpa harus mengeluarkan dana untuk nge-kos.
Untuk memastikan jaringan terpasang dengan baik, selasa 27/07 saya meluncur ke SD GMIT Oinlasi untuk melakukan pengecekan. namun sayang sekali sampai di sana Listrik padam, saya tunggu hingga pukul 13.00 WITA listrik belum juga menyala, akhirnya saya pulang tanpa hasil. keesokan harinya, Rabu 28/07 saya ditelpon oleh Sekretaris Dinas PPO Kab. TTS dan disuruh menghadap beliau. sesampai di kantor Dinas PPO, saya disambut Sekretaris Dinas dan beberapa Kasubdin di ruang Sekretaris. Pada kesempatan tersebut, Sekretaris menyatakan, mengingat banyaknya jumlah calon Mahasiswa yang diterima berasal dari Kec. Amanuban Tengah dan Amanuban Timur, sementara jaringan SeaEdunet yang dipasang tidak terdapat di wilayah tersebut dan jarak dengan titik SeaEdunet yang sudah terpasang jaraknya cukup jauh dari kecamatan tersebut, sementara dua titik SeaEdunet yang telah terpasang yakni di SD Inpres Oenali dan SD N Kesetnana memiliki jarak yang tidak terlalu jauh, maka Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kab. TTS melalui Sekretaris Dinas meminta kami untuk memindahkan salah satu titik SeaEdunet (SD Inpres Oenali atau SD N Kesetnana) ke wilayah Kec. Amanuban Tengah agar akses mahasiswa dari wilayah tersebut tidak terlalu jauh. saat itu saya menjawab, bahwa saya hanyalah pelaksana tugas di lapangan, semua keputusan ada pada pihak Pertamina selaku pemilik Proyek dan Dinas PPO selaku Pemerintah Kab. TTS. namun demikian saya memberikan gambaran, jika melihat diantara dua titik (antara SD Inpres Oenali dan SD N Kesetnana), maka SD Inpres Oenali layak dipertahankan, mengingat jaringan di tempat tersebut cukup stabil, lain halnya di SD N Kesetnana angin bertiup sangat kencang sehingga posisi parabola terus goyang yang mengakibatkan jaringan SeaEdunet tidak stabil sehingga seringkali tidak mampu menangkap siaran dari pusat.
Mendengar penuturan saya tersebut, Sekretaris Dinas PPO mengatakan bahwa pihaknya akan mengkoordinasikan hal tersebut dengan Bupati TTS selaku Pemerintah tertinggi di wilayah ini.
Kamis, 29/07 saya diminta oleh Ibu kepala SD Inpres Oenali untuk memberikan pelajaran komputer bagi guru-guru di sekolah tersebut, terutama yang selama ini mengoperasikan komputer namun banyak sekali hal yang belum dimengerti. Alhamdulillah proses belajar berjalan lancar hingga saya pulang pukul 12.30 WITA. sebenarnya pada hari ini juga saya mendapat SMS dari Ibu Rosalina E. Lobo, Kepala SD N Kesetnana untuk mengoperasikan komputer di sekolahnya, namun karena sudah terlanjur berjalan pembelajaran di Oenali, sehingga keesokan harinya, jum'at 30/07 baru saya meluncur ke SD N kesetnana. sesampai di sana, ternyata yang dimaksud Ibu Kepala adalah menjalankan jaringan SeaEdunet di sekolahnya. saya pun langsung membuka jaringan server dan menyalakan televisi, namun ternyata jaringan turun drastis, hingga mentok di angka 67, padahal sebelumnya berada di posisi 84. hal ini terjadi dikarenakan cuaca angin yang terlalu kencang sehingga parabola goyang dan tidak stabil. Ketika saya sampaikan ke pihak kepala sekolah, beliau hanya mengatakan bahwa semua itu harus dengan kerja keras dan sabar, jangan minta enaknya saja pasang langsung jadi. Pada kesempatan itu saya menyampaikan hasil pertemuan saya dengan Sekretaris Dinas PPO, tentang kemungkinan akan dipindahkannya jaringan seaEdunet di sekolah ini ke wilayah Kec. Amanuban tengah, Kepala sekolah justru langsung menanggapi bahwa jika sampai dipindahkan maka pihaknya yang merasa telah mengeluarkan sejumlah dana guna pemasangan jaringan SeaEdunet tersebut menolak keras dan tidak akan menyetujui jaringan SeaEdunet yang telah terpasang di sekolahnya dipindahkan ke sekolah lain.
selanjutnya saya koordinasikan hal ini kepada Sekretaris Dinas PPO, namun beliau hanya mengatakan bahwa semua keputusan menunggu hasil koordinasi dengan Bupati, dan hal itu belum sempat beliau sampaikan. Kepala sekolah bahkan langsung menginstruksikan kepada penjaga sekolah untuk membeli semen dan membongkar parabola yang telah terpasang yang selanjutnya dipindahkan di sebelah selatan, diharapkan dengan dipindahkan nantinya posisi parabola bisa stabil.
Demikian laporan sementara saya, mudah-mudahan teman-teman semua, serta pihak seamolec berkenan memberikan koreksi guna kelancaran tugas saya selama di Kab. TTS Prov NTT ini hingga 6 bulan ke depan. Terima kasih...
Powered By Blogger

Bagaimana Pendapat anda blogmengini yang baru anda baca ini?