Welcome

Selamat Datang di blogmengini, sebuah blog yang akan membuat anda tertarik untuk selalu menyimak dan manikmati baik yang bersifat pengetahuan maupun artistik lainnya.

Kamis, 23 April 2009

Kuliah Umum IlmuKomputer.Com (Membuat Aplikasi Sederhana dengan Microsoft Access)

Membuat Aplikasi Sederhana dengan Microsoft Access
Agus Haryanto (agush@indosat-m3.com)

Lisensi Dokumen: Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang, kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari IlmuKomputer.Com.

1 Pendahuluan
Untuk Apasih kita belajar microsoft Access.
Microsoft Access adalah suatu aplikasi yang dapat membantu kita membuat sebuah aplikasi database dalam waktu yang relatif singkat. Biasanya digunakan untuk pembuatan aplikasi-aplikasi yang kecil. Misalnya Program untuk Kasir di koperasi, penjualan untuk toko.
Sebelum mulai belajar jangan lupa berdoa dulu kemudian Tanamkan pada diri anda bahwa Microsoft Access itu gampang dan mudah dipelajari. Kuatkan keyakinan pada diri anda bah anda dapat menguasainya.
Di Microsoft Access ada bagian apa aja sih.
a. Table digunakan untuk menyimpan data
b. Query digunakan untuk memanipulasi data
c. Form digunakan untuk frontend aplikasi. Biasanya untuk menampilkan data, menambah data dll.
d. Report digunakan untuk membuat laporan
e. Macro digunakan untuk melakukan satu atau beberapa fungsi.
f. Switchboard digun
Bagaimana memulai microsoft Access
  1. Klik Start pilih Program lalu pilih Microsoft Access
  2. Setelah terbuka klik Blank Database, pada jendela file new database isikan nama file yang diinginkan misalkan Koperasi (Untuk membuat aplikasi penjualan Barang di Koperasi PT. AGH.)

Kita sudah membuat database dengan nama Koperasi tetapi database itu belum dapat digunakan untuk itu kita perlu membuat Tabel, Form, Query, Report dan Macro bila perlu.

Table

Apa sih Table itu ?
Table adalah tempat untuk menyimpan data. Contohnya data barang disimpan di table barang
Kenapa kita harus buat table ?. Karena kalau kita tidak buat table kita tidak dapat menyimpan data, Jika tidak ada data yang disimpan data tidak dapat diproses. Kasih tau dong caranya buat table. Sebelum kita mulai membuat table kita tentukan dulu table-table yang diperlukan beserta field-fieldnya.
Table Barang
No
Field
Tipe data
Keterangan
1.
*Kode_Barang
Text (4)
Kode untuk Barang
2.
Nama_barang
Text (30)
Nama Barang
3.
Satuan
Text (10)
Satuan Junmlah Barang
4.
Harga
Text (4)
Harga Barang
* Primary Key
Langkah membuat Table
  1. Pada jendela database klik Table.
  2. Klik dua kali create table in design view
  3. Pada jendela table ketikan field-field table Barang beserta tipe datanya, jangan lupa tentukan Kode_Barang sebagai Primary Key. seperti gambar dibawah ini.
  4. Pilih File 􀃆 Save. Ketikan Nama Table, karena table ini berkaitan dengan Barang. Kit simpan dengan nama “ Tbl_Barang ”.
  5. Table Barang sudah selesai dibuat. tutup table untuk membuat table-table lainnya.
  6. Kamu mau bisa bikin tablekan, coba bikin table karyawan, Header_Penjualan dan detail penjualan dengan spesifikasi sebagi berikut.

Table Karyawan simpan dgn nama Tbl_Karyawan
No
Field
Tipe data
Keterangan
1.
*NIK
Text (5)
Nomor Induk Karyawan
2.
Nama_Karyawan
Text (30)
Nama Karyawan
3.
Bagian
Text (10)
Satuan Junmlah Barang
Table Header_Penjualan simpan dengan nama Tbl_H_Pjl
No
Field
Tipe data
Keterangan
1.
*No_Fak
Text (5)
Nomor Faktur
2.
Tgk_Fak
Date
Tanggal Faktur
3.
NIK
Text (10)
Nomor Induk Karyawan
Table Detail_Penjualan simpan dengan nama Tbl_D_Pjl
No
Field
Tipe data
Keterangan
1.
No_Fak
Text (5)
Nomor Faktur
2.
Nama_barang
Text (30)
Nama Barang
3.
Satuan
Text (10)
Satuan Junmlah Barang
4.
Harga
Number
Harga Barang
5
Jumlah
Number
Jumlah Barang
Kemudian isi Data pada table-table yang kita telah buat, caranya klik dua kali table yang ingin kita isi, kemudian isi data-datanya (cara isinya sama seperti Excell).

Query
Query adalah 'permintaan data' kita berupa bahasa bisnis, untuk mengolah data dalam tabel(-tabel) menjadi satu informasi yang bisa dimengerti. Seperti mengelompokkan sepuluh penjualan terbesar oleh customer yang dimiliki. Ia bisa berdasarkan pada satu tabel saja, atau pada dua/lebih tabel, ataupun berdasarkan pada query yang telah ada.
Query, Apasih Manfaatnya Query ?
Dengan Query kita dapat :
  1. Menampilkan data-data tertentu pada suatu table, contohnya kita hanya ingin melihat data pada table barang yang kode barangnya “B001”
  2. Menampilkan data dari dua table atau lebih dengan syarat anatr table itu ada field yang berhubungan. Contohnya kita ingin melihat Nomor Faktur “F0001” itu siapa pemiliknya. Di sini kita mengambil data dari table Header Penjualan dan Table Karyawan, Sebagai penghubungnya adalah field NIK.
  3. Dapat melakukan operasi perhitungan.
Itulah tiga fungsi utama query.
Query biasanya digunakan sebagai sumber data untuk Report.dan Form.
Bagaimanasih cara membuat query.
Langkah-langkah membuat Query
  1. Pada Jendela database pilih Query lalu klik dua kali Create Query In Design View.
  2. Pada Jendela Show Table Pilih Table-Table yang akan dipakai dalam Query, mislanya kita pakai table Barang. Klik Tbl_Barang lalu klik Add. Jika tidak ada table yang ingin dipakai lagi klik Close.
Keterangan
Field = Nama Field yang ingn ditampilkan
Table = Nama Table dari Filed tersebut
Sort = Mengurutkan Data hasil query
Show = Mengatur Field ditampikan atau tidak
Criteria = Syarat dari data yang ingin ditampilkan
  1. Untuk menampilkan seluruh Field dan seluruh Record pada Tbl_Barang Pada Field, klik tombol panah ke bawah pilih Tbl_Barang.*
  2. Untuk melihat hasil Query Pilih menu Query lalu klik Run atau bisa langsung mengklik icon Run pada toolbar.
    Hasilnya
  3. Untuk menyimpan Query klik icon disket, pada jendela save beri nama query lalu klik OK, Maka Query akan tersimpan dan dapat kita gunakan kapan saja.
  4. Untuk menampilkan field-field tertentu saja. Misalnya kita hanya ingin menampilkan Field KoDe_Barang dan Nama_Barang. Caranya pada Field klik tombol panah ke bawah. Pilih Field Kode_Barang, lalu arahkan kursor kesebelahnya lalu klik tombol panah kebawah pilih Nama Barang. Pastikan kotak kecil pada show tercentang (jika kotak pada show tercentang maka field akan ditampilkan, tetapi bila tidak maka field tidak di tampilkan). Bila dijalankan, hasilnya
  5. Untuk Menampilkan data barang Yang Kode Barangnya = B001. caranya adalah Pilih field-filed yang akan ditampilkan pada field Kode_Barang Criterianya diketik B001.
  6. Untuk Menampilkan nomor faktur “F0001” siapa yang punya. Caranya adalah pada saat kita memilih table yang akan digunakan pada query, Pilih Tbl_H_Pjl lalu klik Add, Pilih Tbl_Karyawan, baru klik Close. Kita harus membuat hubungan antara table Tbl_H_Pjl dangan Tbl_Karyawan caranya adalah klik field NIK pada Tbl_H_Pjl tahan lalu geser ke arah field NIK pada Tbl_karywan “akan muncul garis penghubung kedua table” (Jika sudah ada tidak perlu membuat penghubung). Pilih Field-field yang akan ditampilkan, pada field No_Fak pada criterinya diketik “F0001”. Setelah itu Jalankan Query.
  7. Untuk melakukan operasi perhitungan contohnya kita buat query untuk sub form penjualan. Caranya :
  • Klik Query, lalu klik dua kali Design View pilih tbl_D_Pjl klik Add klik close
  • Pada jendela Query buat Query seperti dibawah ini
Pada kolom terakhir pada field ketikan “ Total Harga = [Harga] * [Jumlah]
c. Simpan Query dengan nama qry_Detail_Penjualan
10. Query itu ada beberapa jenis yaitu :
a. Select Query (yang sedang kita praktekan). Untuk menampilkan data
b. Crosstab Query
c. Make-Table Query (Untuk Menyimpan Data hasil Query kedalam rable Baru)
d. Update Query.(untuk mengupdate nilai dari suatu record atau field)
e. Append Query (untuk memasukan data hasil query kedalam table)
f. Delete Query (Untuk menghapus data pada table)
Untuk Query saya cukupkan sampai disini dulu untuk Query Crosstab, Update dan lainnya kita bahas dikesempatan yang lain.

Form
Form digunakan untuk merepresentasikan ke user atau menerima inputan dari user data-data dalam tabel/query dalam bentuk interface grid, tombol, dan lain-lain kontrol windows. form dalam access bisa dimasukkan ke dalam form lain sebagai control sub form, biasanya jika bekerja dalam transaksi master-detail.
Membuat Form Barang untuk maintenance data barang.
  1. Pada Jendela database pilih Form, lalu klik Create Form in Desing wizard, klik New.Pada Jendela New Form pilih Auto Form Columnar, lalu pilih sumber datanya, caranya kita klik tombol panah ke bawah pilih Tbl_Barang klik OK. Hasilnya Kita lihat form yang dihasilkan. Untuk memodifikasinya klik Icon Design pada Toolbar.
  2. Pada mode design Atur Form agar bisa kita tambahkan control-control yang lain.
  3. Tambahkan Tombol untuk menambah data caranya. Pada toolbox klik Command Button lalu letakan pada Form akan muncul jendela Command Buttom Wizards, pada Categories pilih Record Operations, pada Actions Pilih Add New Record. Klik Next pada Text ketik Tambah lalu klik Next, ketikan nama untuk command button ini ketik saja cmd_Tambah lalu klik Finish.
Gambar Tool Box
PanahWizardLabelBound HTMLText BoxOption GroupToogle ButtonOption ButtonCheck BoxCombo BoxDropdown ListList BoxCommand ButtonRecord NavigationImageBound Object frameUn Bound Object FramePage BreakTab ControlsSub Form/ Sub ReportLineRectangleMore Control
Gambar Tahapan Pembuatan Command Button
4. Tambahkan Tombol untuk menghapus data caranya. Pada toolbox klik Command Button lalu letakan pada Form akan muncul jendela Command Buttom Wizards, Pada Categories pilih Record Operations, pada Actions Pilih Delete Record. Klik Next pada Text ketik Hapus lalu klik Next, ketikan nama untuk command button ini ketik saja cmd_Hapus lalu klik Finish.
5. Tambahkan Tombol untuk menyimpan data caranya. Pada toolbox klik Command Button lalu letakan pada Form akan muncul jendela Command Buttom Wizards, Pada Categories pilih Record Operations, pada Actions Pilih Save Record. Klik Next pada Text ketik Simpan lalu klik Next, ketikan nama untuk command button ini ketik saja cmd_Simpan lalu klik Finish.
6. Tambahkan Tombol untuk Keluar dari Form caranya. Pada toolbox klik Command Button lalu letakan pada Form akan muncul jendela Command Buttom Wizards, Pada Categories pilih Form Operations, pada Actions Pilih Close Form. Klik Next pada Text ketik Keluar lalu klik Next, ketikan nama untuk command button ini ketik saja cmd_Keluar lalu klik Finish.
7. Tambahkan combo box untuk mencarida data barang. Caranya block semua control lalu geser kebawah. Pada Toolbox Klik Combo Box pada Combo Box Wizard pilih Find a record on my form based on the value I selected in my Combo Box. Klik Next Pilih Kode Barang jika kita ingin mencari berdasarkan kode barang klik tombol > lalu klik Next, klik Next lagi. Ketikan Klik disini untuk mencari kode barang lalu klik Finish.
8. Tambahkan Label untuk membuat Judul Form. Pada Toolbox klik Label lalu gambarkan di Form Kemudian didalam label tersebut ketikan “Maintenance Data Barang”
9. Setelah selesai dibuat Simpan Form dengan nama frm_Barang
Scroll BarNavigationButtonRecord SelectorDivding Line
Pembuatan Form Data Barang sudah selesai dan silahkan di test apakah tobol-tombol yang ada sudah berfungsi dengan benar.
Agar Form kelihatan lebih bagus anda bisa mendesain letak-letak control menurut selera Kita.
Pada Form diatas Dividing Line, Record Selector, ScrollBar dan Navigation Button masih muncul untuk menghilangkannya masuk ke mode design lalu klik kotak ujung kanan atas Form kemudian klik kanan lalu pilih properties(ini dilakukan jika jendela properties belum ada). Pada jendela properties set propertiesnya seperti gambar dibawah ini
Ini Gambar Form yang sudah saya sempurnakan.
Kalau kamu memang sudah bisa bikin Form coba buat Form Data Karyawan, caranya sama dengan pembuatan Form Barang.

Form & Subform
Sekarang saatnya kita buat Form Penjualan. Biasanya Karyawan kalau Belanja itu lebih satu barang. untuk itu kita perlu membuat form yang dapat mengakomodasi keperluan tersebut. Form Penjualan terdiri dari Form Penjualn dan Form detail penjualan sebagai sub form, cara membuatnya
Membuat Sub Form Detail Penjualan
  1. Pada Jendela database pilih Form, lalu klik Create Form in Design
  2. Pada wizard, klik New.Pada Jendela New Form pilih Form Wizard, lalu pilih sumber datanya, caranya kita klik tombol panah ke bawah pilih qry_detail_Penjualan klik OK.
  3. Pada jendela Form Wizards Pindahkan Semua Field ke sebelah kiri kecuali field No_Fak. Klik Next. Pilih Data Sheet klik Next Pilih Standard Klik Next lalu klik finish. Hasilnya Terlihat di gambar dibawah ini. Simpan Form dengan nama frm_Detail_penjualan. Form ini digunakan untuk memasukan data detail barang yang dibeli karyawan, dengan tampilan yang sekarang tentu masih kurang ok untuk itu kita harus memodifikasinya. Kita Ingin agar Pada saat kita menegtikan kode_barang maka Nama Barang dan Harga Satuanya akan langsung muncul kita masukan Jumlah maka Total Harga akan muncul. Caranya :
  4. Masuk pada mode design
  5. Hapus Textbox Kode Barang beserta labelnya
  6. klik Combo Box Letakan pada tempat textbox kode barang yang telah kita hapus
  7. Pada Jendela Combo Box Wizards ikuti gambar-gambar dibawah ini
  8. Setelah Klik Finish Combo box sudah ada pada form kita, ubah poperties name nya menjadi cb_Kode_Barang
  9. Pilih View pada Menu􀃆Code, akan muncul jandela Visual Basic Editor. Ketikan kode seperti dibawah ini
Efek dari kode diatas pada saat form dijalankan. Jika kita Pilih salah satu kode barang pada Combo Box maka secara otomatis nama barang, satuan dan harga akan muncul.
Tamabahkan satu text box di bagian Footer Form Pada Proprties Namenya Isi dengan SubTotal.dikotak text box tersebut ketikan “ = Sum([Total Harga]) “

Simpan Form dengan nama frm_Detail_Penjualan
Pembuatan Form Penjualan
  1. Pada Jendela database pilih Form, lalu klik Create Form in Design wizard, klik New.Pada Jendela New Form pilih Auto Form Columnar, lalu pilih sumber datanya, caranya kita klik tombol panah ke bawah pilih Tbl_Hpjl klik OK.
  2. Masuk ke mode design Tambahkan dua buah Text Box pada properties namenya set masing-masing dengan txt_Nama dan txt_Bagian.
  3. Hapus text Box NIK, Tambahkan Combo Box ditempat text box NIK tadi.
  4. Pada jendela combo box wizards lakukan langkah-langkah seperti pada gambar
  5. Buka Visual Basic Editor tambahkan script seperti pada gambar
  6. Pada Toolbox klik Subform letakan di bawah textbox bagian, akan mucul jendela subForm Wizards. Ikuti langkah-langkahnya seperti dibawah ini. Setelah klik Finish maka design formnya menjadi seperti ini
  7. Pada Tool Box klik Text Box letakan dibawah sub Form detail penjualan. Pada Kotak textbox ketikan =Sub_frm_Detail_Penjualan.Form!SubTotal
  8. Tambahkan Tombol Tambah, Hapus, Simpan dan Keluar seperti pada form barang.
  9. Aturlah letak-letak textbox dan kontrol-kontrol lainnya yang ada pada form agar form kelihatan menarik, tambahkan label untuk memberi judul form. Setelah semua selesai jangan lupa disimpan, simpan form dengan nama frm_penjualan.
Report
Report, seperti halnya form, digunakan untuk merepresentasikan hasil olahan data menjadi informasi yang siap di cetak di lembaran kertas.
Mengapa kita perlu membuat Report ?.
Jika Atasan Anda meminta laporan penjualan kepada anda, tentunya anda akan segera menyiapkannya anda bisa mencetak table penjualan sebagai laporan tetapi hasil cetakannya tidak seperti laporan yang diinginkan. Cara yang terbaik adalah dengan membuat Laporan Penjualan tersebut dengan menggunakan Report. Dengan Report kapanpun Laporan dibutuhkan maka dengancepat kita dapat menyediakannya.
Bagaiamana Cara Membuat ?
Report dapat dibuat dengan dua cara yaitu maual dan wizards. Pada tutorial terdapat beberapa contoh pembutan report., anda tinggal mengikuti langkah-langkah pembuatannya.
Pembuatan Report
Report Struk Penjualan
digunakan untuk mencetak struk barang-barang yang dibeli karyawan.
  1. Sebelum kita buat reportnya terlebih dulu kita buat sumberdata untuk report ini. Sumber data sebuah report bisa dari table atau dari Query. Untuk keperluan ini kita akan membuat Query Struk, Berikut Design untuk Query Struk, Simpan dengan nama qry_Struk
  2. Pada Jendela Database klik Report. Klik New, muncul jendela Report Wizard ikuti langkah-langkah seperti gambar berikut ini. Klik dua kali No_Fak untuk menghasilkan gambar seperti diatas baru klik next. Klik Finish, akan tampil design report struk.
  3. Atur posisi kontrol-kontrol yang ada pada report sehingga menjadi seperti ini. Pada No_Fak Header klik kanan pilih Sorting and Grouping Pada No_Fak Set Group Footernya Yes (Agar No-Fak Footer ditampilkan sebagi temapat text box untuk Total biaya yang harus dibayar). Pada No_Fak Footer Tambahkan Textbox Pada labelnya ketikan Total Biaya yang harus dibayar dan pada Textboxnya ketikan =Sum([Total]).
  4. Pada Toolbox klik Line lalu gambarkan di atas textbox Total yang harus dibayar(Garis lurus selebar halaman).
  5. Simpan Report yang telah kita buat ini. Jika kita jalan kan Report saat ini maka akan muncul input box Enter parameter Value, Isi saja dengan F0001. Input box ini muncul disebabkan karena kita menjalankan report bukan dari form Penjualan. Report Struk digunakan untuk mencetak struk untuk karyawan. Berarti Report ini digunakan pada saat terjadinya transaksi penjualan. Untuk itu masuk ke mode design form penjualan, tambahkan satu command button untuk mencetak struk. Caranya yaitu klik command button pada tool bar, letakan di form akan muncul wizard, ikuti seperti dibawah ini.
  6. Terakhir klik finish, kemudian simpan form.
Sekarang mari kita buat Report Penjualan, Sebelum kita membuat Report Penjualan ini kita buat dulu form Laporan yang berfungsi sebagai interface untuk user menjalankan Report
Pembuatan Form Laporan
Pada Jendela Database klik Form kemudian klik create form in design View. Lalu tambahkan dua buah text box masing-masing pada properti Namenya diset txtAwal dan txtAkhir. Rubah labelnya menjadi masing Periode dan s/d. kemudian simpan dengan nama frmLaporan
Pembuatan laporan/ report penjualan menurut periode
Digunakan untuk mencetak rincian penjualan yang terjadi dalam periode yang telah ditentukan. Berikut langkah-langkah pembuatan report ini :
  1. Buat Sumber datanya yaitu dengan mebuat querynya, buat designnya seperti dibawah ini. Pada field tgl_Fak criteria ditulis >=[Forms]![frmLaporan]![txtAwal] And <=[Forms]![frmLaporan]![txtAkhir] yang artinya Record yang akan ditampilkan dalam query ini jika Tgl_fak >= Tanggal yang diketikan pada txtAwal frmLaporan dan <= Tanggal yang diketikan pada txtAkhir frmLaporan. Hasil Query ini kan diurutkan berdasarkan No_Faktur (Pada Field No_Fak Sortnya di set Ascending). Simpan Query dengan nama qry_Penjualanprd
  2. Sekarang mari kita buat reportnya
  • Pada Jendela Database klik Report, klik New Pilih Auto Report Tabular, Sumber datanya pilih qry_Penjualanprd.
  • Klik OK, maka akan muncul input box yang meminta memasukan tanggal awal. Setelah kita masukan tanggal awalnya kan muncul input box lagi yange meminta memasukan tanggal akhir, setelah kita masukan baru reportnya muncul (Hal ini disebabkan karena kita belum mengaktifkan frm_Laporan). Jika range atau rentang tanggal yang kita masukkan tidak ada dalam table H_Pjl maka reportnya akan muncul seperti ini.
  • Klik Design View untuk masuk ke mode design. Design Report diatas masih kurang bagus, untuk itu kita perlu merubahnya, caranya sama seperti pada design form. Desin Report setelah di rubah
  • Simpan Report dengan nama rpt_Penjualanprd
Summary Report Penjualan Periode
Digunakan untuk mencetak summary Penjualan yang terjadi selama periode yantelah ditentukan. Jika kita juga ingin membuat summary Report Penjualan by periode. Caranya hampir sama.
  1. Kita buat sumber datanya dulu, kita bisa memodifikasi qry_Penjualanprd yang kita buat. Caranya Pada jendela database klik Query klik qry_Penjualanprd klik Design. Kemudian kita rubah menjadi seperti ini. Pada query ini anda akan melihat Total dibawah sort. Untuk memunculkannya klik tombol Σ pada toolbar. klik File pilih Save As, simpan dengan nama qry_SumPenjualanprd
  2. Sekarang mari kita buat reportnya
  • Pada Jendela database klik Report lalu klik New. Pada jendela New report Pilih AutoReport Tabular. Klik OK, jika muncul input box diklik OK saja, hasilnya
  • Klik Design View untuk masuk ke mode design. Design Report tersebut masih kurang bagus, untuk itu kita perlu merubahnya, caranya sama seperti pada design form. Design Report setelah di rubah
  • Simpan Report dengan nama rpt_sum_Penjualanprd
Sekarang kita buat report untuk laporan seluruh penjualan.
Report Seluruh Penjualan Barang.
Digunakan untuk mencetak seluruh penjualan yang pernah terjadi dari awal samapi sekarang. Berikut langkah-langkah pembuatan report ini
  1. Buat sumber datanya, kebetulan sumber datanya tidak jauh beda dengan qry_Penjualan prd. Untuk itu kita klik qry_Penjualanprd, klik design kemudian rubah isinya menjadi seperti dibawah ini. Criteria pada Tgk_Fak dihapus. Klik File 􀃆 Save as simpan dengan nama qry_PenjualanAll
  2. Sekarang kita buat reportnya. Pada Jendela database klik Report lalu klik New. Pada jendela New report Pilih AutoReport Tabular. Klik OK maka Report akan muncul
Masuk ke mode design, kemudian arahkan pointer mouse ke bagian report, klik kanan, pilih Sorting and Grooping, seting seperti dibawah ini
Karena Sortnya berdasarkan No_Fak untuk itu No_Fak Geser ke Posisi Tgk_Fak dan sebaliknya. Modifikasi Report menjadi seperti ini
Simpan dengan nama rpt_PenjualanAll
Report Summary Report Seluruh Penjualan
Digunakan untuk mencetak summary penjualan yang terjadi dari awal samapai sekarang. Berikut langkah-langkah pembuatan report ini
  1. Seperti biasa kita buat sumber datanya dulu, Sumber datanya hampir sama dengan qry_SumPenjualanprd. Untuk itu klik qry_SumPenjualanprd lalu klik design, Hapus criteria yang ada pada field Tgk_Fak. Simpan Query dengan nama qry_SumPenjualanAll
  2. Sekarang kita buat reportnya. Pada Jendela database klik Report lalu klik New. Pada jendela New report Pilih AutoReport Tabular dan qry_sumPenjualanAll. Klik OK maka Report akan muncul. Masuk Ke mode design
Kemudian modifikasi Report menjadi seperti ini
Simpan dengan nama rpt_SumPenjualanAll
Pembuatan Report Belanja Karyawan
Tentunya kita mau tahu dong karyawan yang belanjanya paling banyak dikoperasi. Untuk kita perlu buat Report Belanja Karyawan, caranya
  1. Buat sumber datanya, buat query seperti dibawah ini
  2. Simpan Query dengan nama qry_SumBelanjaKaryawan
  3. Sekarang kita buat reportnya. Pada Jendela database klik Report lalu klik New. Pada jendela New report Pilih AutoReport Tabular dan qry_sumPenjualanAll
  4. Klik OK akan muncul dua kali input box sis masing-masing dengan 1/1/2 dan 1/31/2. Jika kita ingin mengetahui Karyawan yang belanja pada tanggal 1 Jauari 2002 s.d 31 januari 2002. maka Report akan muncul
Masuk Ke mode design
Kemudian modifikasi Report menjadi seperti ini
Simpan dengan nama rpt_SumBelanjaKaryawan
Semua Report telah selesai kita buat, kita kembali ke Form Laporan untuk menambahkan Tombol Tombol untuk mengaktifkan report yang telah kita buat
Masuk ke mode design dari frm_laporan
Pada Toolbox klik CommandButton lalu gambarkan di Form
Klik Next, Pilih Report yang ingin di tampilkan misalanya kita ingin menampilkan Report Pejualan Periode, kita pilih rpt_Penjualanprd
Klik Next, Klik Text, pada kotak ketik Penjualan by Periode
Klik Next, Pada kotak ketik cmd_Penjulanprd (Sesuai dengan Report yang diaktifkan)
Klik Finish. Maka akan terlihat
Tambahkan 4 CommandButton lagi untuk menampilkan Report yang lainnya, caranya sama seperti diatas. Berikut Settingan pada wizard untuk 4 CommandButton tersebut
Wizard
Command Button 2
Command Button 3
Command Button 4
Command Button 5
1
sama
sama
sama
Sama
2
Rpt_SumPenjualanprd
Rpt_PenjualanAll
Rpt_SumPenjualanAll
Rpt_BelanjaKaryawan
3
Summary Penjualan by Periode
Penjualan Seluruhnya
Summary Penjualan Seluruhnya
Belanja Karyawan
4
Cmd_Sumpjlprd
Cmd_PjlAll
Cmd_SumPjlAll
Cmd_bljKar
Tambahkan satu CommandButton yang Fungsinya untuk keluar dari form ini caranya sama seperti pembutan Tombol keluar pad form Barang. Berikut Design
Form yang sudah jadi, Jangan lupa pad form Poperti set scrollbar, Record Selector, Navigation Button dan Dividing Line.
SwitchBoard
Semua Form dan Report telah selesai, sekarang kita buat Menu Utamanya. Pada Access kita dapat membuat menu utama dengan memakai SwitchBoard. Caranya :
- Pada menu bar Pilih Tools 􀃆 Database Utilities 􀃆 Switchboard Manager
- Akan muncul message box switchboard klik Yes
- Pada Jendela Switchboard Manager klik Edit lalu klik New
Isi Text, Command, Form Seperti di atas lalu Klik OK
Klik New
Isi Text, Command, Form Seperti di atas lalu Klik OK
Klik New
Isi Text, Command, Form Seperti di atas lalu Klik OK
Klik New
Isi Text, Command, Form Seperti di atas lalu Klik OK
Klik New
Isi Text, Command Seperti di atas lalu Klik OK
Klik Close, klik Close lagi. Maka akan terlihat Form Switchboard pada Form
Pada Form klik dua kali Switchboard, Maka akan muncul Menu Utama yang kiat buat dari Switchboard tadi
Pada Aplikasi bila dijlankan tentunya yang pertama muncul adalah menu utamanya. Untuk itu kita harus menset agar Switchboard ini alangsung muncul pada saat aplikasi kita dijalankan, Caranya yaitu :
Pada menu bar klik Tools 􀃆 Startup pada jendela startup Setting seperti di gambar ini
Maka setiap kali anda menjalankan aplikasi ini maka yang pertama muncul dalah Switchbord yang telah anda buat.
Maka selesailah pembuatan Aplikasi ini
Panduan Pengoperasian Program
1. Jalankan Aplikasi. Akan muncul Menu Utama
2.
3. Jika ingin menambah, menghapus atau mengedit data barang, klik tombol Maintenance Data Barang.
Akan tampil Form Maintenance Data Barang. (Pada saat pertama tampil maka from akan menmpilkan record pertama dari data barang untuk itu anda tidak boleh merubah isinya, jika dirubah maka otomatis isi record pertama akan berubah)

Menambah Data Barang
  1. Klik Tombol Tambah, Lalu Isi Kode Barang, Nama Barang dan satuan dan harga. Isi saja seperti contoh dibawah ini
  2. Jika ingin menambaha data lagi klik lagi tombol Tambah, isi field-fieldnya. Jika penambahn data sudah selesai klik tombol simpan. Untuk meyakinkan bahwa data bahwa data yang kita masukan tadi sudah tersimpan, lihat pada table barang.
Menghapus Data Barang
  1. Pilih dulu Kode Barang yang akan di hapus, caranya klik Combo Box Kode barang , kemudian pilh kode Barangnya misalnya saja B004, maka data-data B004 akan ditampilkan di Form
  2. Klik Tombol Hapus, akan muncul pesan “You Are Delete 1 Records ?..” Jika anda benar-benar ingin meghapusnya klik Yes, jika tidak klik No. Untuk kembali kemenu utama klik tombol keluar.
  3. Jika ingin menambah, menghapus atau mengedit data karywan, klik tombol Maintenance Data Karyawan. Akan tampil Form Data karyawan, cara pengoperasiannya sam seperti form Maintenance Data Barang.
  4. Jika Ingin melakukan Transaksi Penjualan klik tombol Transaksi Penjualan Akan tampil Form Maintenance Data Barang. (Pada saat pertama tampil maka from akan menmpilkan record pertama dari data barang untuk itu anda tidak boleh merubah isinya, jika dirubah maka otomatis isi record pertama akan berubah). Jika ingin melakukan transaksi penjualan baru klik tombol tambah. Kemudian Isi No_fak, NIK, Kode Barang, field-field lainnya sudah otomatis terisi.
Untuk mencetak struk klik tombol Cetak Struk
Jika ingin melakukan transaksi penjualan lagi, klik lagi tombol tambah. Setalah selesai jangan lupa untuk mengklik tombol Simpan
Untuk Mencetak Laporan, klik tombol Laporan, akan tampil form laporan, isi Periodenya kemudian klik salah satu tombol untuk report/alporan yang diinginkan.
Misalnya saja kita klik tombol Penjualan by Periode, maka Laporan penjualan koperasi selama periode

Biografi
Agus Haryanto . Lahir di Jakarta , 09 Agustus 1979. Menamatkan SMU di SMK Negeri 26 (STMN Pembangunan) Jakarta tahun 1998. Menyelesaikan program D3 pada jurusan Manajemen Informatika di STMIK Jayakarta pada tahun 2001 Saat ini sedang menyelesaikan program S1 pada jurusan dan universitas yang sama. Hobi saya baca buku dan belajar membuat program.

Laporan KP (Visualisasi Profil SMA Menggunakan Macromedia Flash)

BAB I. LANDASAN TEORI

1.1. Kegunaan Macromedia Flash 8 pada Pembuatan Profil Sekolah.

Jika pada awal-awal kemunculan software ini, Flash lebih banyak digunakan untuk mendukung tampilan animasi di dalam website, saat ini kemampuan grafisnya serta dukungan pengolahan data, telah membuat banyak orang menggunakannya untuk pembuatan aplikasi offline, seperti katalog produk, profil perusahaan, atau toturial yang dikemas dalam bentuk CD-ROM. Dengan adanya visualisasi yang menarik, animasi yang dikemas sebagai aplikasi offline semakin menciptakan ketertarikan bagi yang melihatnya. Bagi konsumen, presentasi yang dikemas dalam CD-ROM dirasakan lebih efektif jika dibandingkan dengan pemanfaatan website yang mengharuskan mereka untuk melakukan koneksi ke internet serta membuka satu per satu halaman website. Dalam diskusi manajemen perusahaan, presentasi produk secara offline seringkali mempermudah manajemen dalam menentukan keputusan yang lebih tepat. Kecepatan dan kemudahan dalam melihat satu persatu informasi produk secara detail akan sangat terasa apabila menggunakan media CD-ROM.

Dengan latar belakang itulah, maka pembuatan profil sekolah dengan memanfaatkan Flash sebagai salah satu strategi pengenalan terhadap masyarakat luas dapat tercapai pada sasarannya. Dengan dikemas dalam bentuk CD-ROM yang dapat dijalankan secara otomatis (Autorun CD), masyarakat luas dapat melihat presentasi tentang sekolah hanya dangan memasukan CD-ROM tersebut ke dalam CD-ROM Drive, tanpa perlu menguasai cara menjalankan presentasi tersebut. Semuanya berjalan otomatis ketika CD-ROM tersebut telah dikenali oleh komputer. Dengan begitu pihak sekolah dapat bebas menampilkan profil sekolah, tanpa harus khawatir oleh hambatan lambatnya kecepatan akses internet dan lamanya waktu akses yang selama ini menjadi permasalahan bagi sebagian besar instansi pendidikan yang menampilkan profilnya di internet.

2.2. Pengenalan Macromedia Flash 8

Macromedia Flash merupakan aplikasi interaktif untuk pembuatan animasi dengan berbagai kelebihan dan telah menjadi idola desain dan animasi. Aplikasi ini merupakan aplikasi penghasil animasi terpopuler sampai saat ini Software tersebut disukai karena kemudahannya dalam membuat berbagai visualisasi yang dibutuhkan, dengan waktu yang cukup singkat. Hasil karya yang dihasilkan menggunakan software ini ternyata juga dapat menjadi pesaing karya-karya animasi yang dibuat secara profesional dengan memanfaatkan software-software kelas berat.

Gambar 1. 1. Logo Macromedia Flash Profesional 8

Macromedia Flash merupakan aplikasi yang digunakan untuk melakukan desain dan membangun perangkat presentasi, publikasi atau aplikasi lainnya yang membutuhkan ketersediaan sarana interaksi dengan penggunanya. Proyek yang dibangun dengan Flash bisa terdiri atas teks, gambar, animasi sederhana, video,atau efek-efek khusus lainnya. Aplikasi ini diproduksi oleh Macromedia Corporation, sebuah perusahaan pengembang perangkat lunak dalam bidang animasi, pengembangan sistem web dan multimedia. Flash dikembangkan sejak tahun 1996, dan pada awalnya hanyalah merupakan program animasi sederhana GIF Animastion, tetapi sekarang sudah berkembang menjadi aplikasi raksasa yang digunakan oleh hampir semua orang yang menekuni bidang desain dan animasi berbasis komputer.

Sampai saat ini, Macromedia Flash telah dikembangkan dalam beberapa versi. Setelah sampai pada versi Flash 6, muncul teknologi Flash 7 yang dikenal dengan nama Macromedia MX dan yang terakhir sampai saat ini adalah Flash versi 8 atau dikenal dengan Macromedia Flash Professional 8. Macromedia Flash merupakan aplikasi interaktif dengan berbagai kelebihan. Beberapa faktor yang mendukung kepopuleran Flash sebagai sebuah aplikasi untuk keperluan desain dan animasi antara lain adalah memiliki format gratis berbasis vektor, kapasitas file hasil yang kecil, memiliki kemampuan tinggi dalam mengatur interaktivitas program, memiliki kelengkapan fasilitas dalam melakukan desain, dan sebagainya.

1.2.1. Apa yang bisa dibuat dengan Flash

Dengan aplikasi Macromdia Flash, kita bisa membuat berbagai jenis aplikasi seperti :

Ø Animasi.

Aplikasi yang menggunkan animasi tersebut missal banner, kartu ucapan online, kartun, iklan, dan sebagainya. Macromedia Flash menyediakan berbagai elemen animasi yang cukup lengkap.

Ø Games.

Beberapa game, terutama yang berbasis dua dimensi banyak yang dibangun dengan aplikasi ini. Game menggabungkan kemampuan animasi pada Flash dengan bahasa scripting yang dimilikinya yang dikenal dengan ActionScript.

Ø User Interface.

Aplikasi user interface yang biasa dibangun menggunakan Macromedia Flash adalah aplikasi-aplikasi berbasis web. Interface tersebut biasanya dilengkapi dengan kotak-kotak navigasi sederhana sampai pada antarmuka yang lain yang lebih kompleks.

Ø Aplikasi FMA ( Flexible Messaging Area ).

FMA merupakan area pada web page yang dirancang untuk menampilkan pesan tertentu yang bisa berubah setiap waktu. Sebagai contoh, FMA pada website restaurant, mungkin akan menampilkan menu special harian yang bisa berubah dari waktu ke waktu.

Ø Reach Internet Application (RIA).

RIA merupakan aplikasi internet yang membutuhkan tingkat menipulasi dan transfer data yang tinggi. Beberapa aplikasi RIA yang didukung Macromedia Flash antara lain katalog belanja, test online, kalender, inventory online, sistem informasi akademik, dan sebagainya.

1.2.2. Fitur Macromedia Flash 8

Secara umum, penggunaan Macromedia Flash menyediakan berbagai kemudahan dalam pembuatan desain perangkat publikasi. Beberapa kelebihan yang dimiliki aplikasi ini adalah dalam hal produktifitas, ketersediaan media pendukung, dan kemampuan improvisasi.

1.2.2.1. Meningkatkan produktivitas

Beberapa fitur yang mendukung produktifitas pada aplikasi ini antara lain :

1. Timeline effects. Kita dapat menerapkan timeline effects pada semua objek dengan cepat, baik untuk penggunaan transisi maupun animasi seperti fade-ins, fly-ins, blurs, dan spins.

2. Behavior. Dengan behaviors, anda dapat menembahkan interaktivitas ke dalam setiap isi Flash, tanpa harus menuliskan baris-baris kode (skrip). Sebagai contoh, anda bisa menggunakan behavior untuk melakukan link wbsite, loading sound dan grafik, control playback video, playing movie, dan sebagainya.

3. Mendukung Aksesibilitas. Dukungan aksesibilitas yang disediakan, misalnya dengan adanya keyboard shortcuts untuk melakukan navigasi, control interface, serta beberapa pekerjaan dengan elemen interface tanpa menggunakan mouse.

4. Template yang selalu Updated. Flash menyediakan templates yang selalu updated untuk membuat presentasi, aplikasi, aplikasi e-learning, advertising, aplikasi mobile device, dan lain sebagainya.

5. Intergrated Help Sistem. Macromedia Flash menyediakan panel bantuan yang terintergrasikan dengan referensi context, ActionScript, dan teknik-teknik belajar di lingkungan Flash.

6. Spell checker. Macromedia Flash juga menyediakan fasilitas spell checker seperti yang dimiliki bberapa aplikasi pengolah kata untuk mencari teks-teks yang memiliki kesalahan dalam spelling bahasanya.

7. Find and Replace. Fasilitas Find and replace digunakan untuk mencari dan atau mengganti text, jenis huruf, warna, symbol, file suara, file video, atau file bitmap lainnya.

1.2.2.2. Support media presentasi lainnya.

Macromedia Flash menyediakan media-media yang mendukung kualitas presentasi seperti :

1. High-fidelity import. Dengan high-fidelity import, Macromedia Flas dapat melakukan import file dari aplikasi-aplikasi lain seperti Adope PDF dan Adope Illustrator yang menyediakan representasi gambar-gambar representasi vector yang cukup akurat

2. Video Import wizard. Dengan video import wizard maka akan dapatmelakukan encode video dan sekaligus mempermudah melakukan clip editing.

1.2.2.3. Improvement.

1. Performa Flash Player pada Flash versi 8 ini telah sangat meningkat. Demikian juga dengan ActionScript yang dimilikinya telah memenuhi standar ECMA.

2. ActionScript dimulai dari versi 2.0 merupakan bahasa pemrograman yang telah berorientasi objek (objectoriented language) yang mendukung difat-sifat inheritance, strong typing, dan event model. Hal ini akan mempermudahkan inprovisasi yang bisa dilakukan untuk meningkatkan interaktivitas desain flash.

3. Adanya Histori Panel dapat melakukan tracking aktivitas (action) yang dilakukan sehingga dapat melakukan pemakaian kembali perintah-perintah sebelumnya.

1.3. Instalasi Software yang Dibutuhkan

Sebelum menjalankan aplikasi Macromedia flash 8, terlebih dahulu dilakukan proses instalasi. Proses instalasi berarti memasang software ke dalam sistem komputer, agar bisa dijalankan setiap waktu. Untuk melakukan instalasi program, harus memiliki CD master macromedia Flash dan software pendukung lainnya.

Selain Macromdia Flash 8, software desain grafis CorelDRAW 11 ataupun Adobe Photoshop mungkin dapat membantu mempercantik visualisasi yang dibuat di dalam Micromedia Flash 8. Sampai saat Adobe Photoshop terus dikembangkan hingga mencapai versi 9.0 atau Creative Suite (CS)2. Bahkan dalam waktu dekat release terbaru akan muncul menggantikan versi 9.0. Adobe Photoshop sebagai software pengolah gratis, menawarkan berbagai fasilitas lengkap dan canggih, terutama untuk membuat bentuk-bentuk grafis, pengolahan image, dan foto digital. Melihat berbagai fitur yang ditawarkan, CorelDRAW 11 ataupun Adobe Photoshop banyak dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan seperti pengolahan image untuk desain web, katalog, proses finising digital imaging, dan sebagainya.

Tapi pada kesempatan ini penulis lebih memfokuskan pembahasannya untuk Macromedia Flash 8 yang lebih banyak digunakan dalam pembuatan katalog profil SMA NU 01 Wahid Hasyim Talang.

1.3.1. Proses Instalasi Macromedia Flash 8

Berikut adalah langkah-langkah instalasi software macromedia Flash 8 yang dibutuhkan dalm membuat katalog profil sekolah untuk SMA NU 01 Wahid Hasyim. Jika belum mempunyai software Macromedia Flash versi 8, download software trial dari website Macromedia di alamat http://www.macromedia.com/downloads. Jika software yang dimaksudkan telah berhasil di-download, jalankan program instalasi Macromedia Flash 8 menggunakan klik ganda (double-click) pada ikon file bernama Flash-en.exe.

Gambar 1. 2. File instalasi Flash 8

Selanjutnya akan dilihat tampilan salam Selamat Datang seperti gambar di bawah ini. Pastikan semua browser web seperti Internet Explorer dan Netscape telah ditutup sebelum instalasi dimulai. Tekan tombel next untuk melakukan instalasi.

Gambar 1. 3. Tampilan awal instalasi Macromedia Flash 8

Berikutnya akan ditampilkan informasi mengenai perjanjian lisensi penggunaan software Macromedia Flash 8. jika menyetujui lisensi tersebut, pilihlah opsi “I accept…”. jika tidak menyetujuinya, dapat memilih opsi “I do not accept.....”. Namun, untuk dapat melanjutkan instalasi Macromedia Flash 8, harus menerima perjanjian tersebut, tekan tombol Next untuk melajutkan.

Gambar 1. 4. Perjanjian lisensi Macromedia Flash 8

Kemudian akan diberikan pilihan untuk menentukan lokasi penyimpanan program. Default lokasi instalasi akan dibuat berada di dalam direktori C:\Program Files\Flash 8. Jika menginginkan untuk menggantinya, tekan tombol Change dan tentukan lokasi instalasi yang diinginkan. Selain pilihan lokasi penyimpanan, dapat membuat shortcut di Quick Launch Bar atau Desktop dengan mengaktifkan kotak cek yang bersangkutan. Setelah selesai kedua proses tersebut, tekan tombol Next untuk melanjutkan proses instalasi.

Di dalam proses instalasi Macromedia Flash 8 yang akan berjalan nanti, akan dilakukan juga instalasi Flash Player untuk menjalankan berbagai dokumen Flash. Jika menginginkannya, pastikan tanda centang pada “Install Macromedia Flash Player” tetap ada. Namun, Jika tidak menghendaki instalasi Flash Player, hilangkan tanda cek pada opsi tersebut. Kemudian tekan tombol Next untuk melanjutkan proses instalasi berikunya.

Gambar 1. 5. Instalasi Macromedia Flash Player 8

Selanjutnya akan diminta konfirmasi untuk memulai instalasi. Jika masih ada perubahan yang ingin dilakukan pada jawaban pertanyaan-pertanyaan pada proses sebelumnya, maka dapat menekan tombol Back untuk kembali. Jika tidak lagi diperlukan perubahan pilihan dan ingin segera melakukan instalasi tekan tombol Install.

Gambar 1.6. Tombol untuk memulai instalasi

Proses selanjutnya adalah penyalinan file Macromedia Flash 8. Tunggulah beberapa saat sampai proses penyalinan file dan penulisan ke sistem registry selesai dilakukan. File yang disalin ke dalam hard disk meliputi program utama, contoh dan tutorial.

Gambar 1.7. Proses copy file Macromedia Flash 8

Ketika proses penyalinan file telah selesai, akan tampil informasi yang mengatakan proses instalasi telah berhasil dilakukan. Selanjutnya dapat menekan tombol Finish untuk menutup proses instalasi. Apabila hendak melihat informasi dalam file Readme, berikan tanda centang pada opsi “Show the Readme file” sebelum menekan tombol Finish.

Gambar 1.8. Informasi instalasi telah selesai.

1.3.2. Menjalankan program Aplikasi

Setelah berhasil melakukan instalasi program Macromedia Flash 8, maka dapat mulai menjalankan program tersebut pertama kali. Berikut adalah langkah-langkahnya :

1. Jalankan program Macromedia Flash 8 dengan memilih menu Start > Programs > Macromedia Flash 8.

2. Pada awal pemakaian, program akan menampilkan pilihan untuk menggunakan aplikasi Macromedia Flash percobaab (tial) selama batas 30 hari atau menggunakan secara permanent tanpa batas waktu. Untuk memafaatkan secara permanent, dibutuhkan nomor seri untuk mengaktifkan pilihan penggunaan tanpa batas waktu atau membelinya melalui internet. Pilih salah satu pilihan tersebut dan tekan tombol Continue.

Gambar 1.9. Pilihan penggunaan macromedia Flash

3. Setelah proses pada gambar di atas selesai dilakukan, maka akan diberi pilihan untuk menentukan edisi Flash yang akan digunakan. Pilihan ini hanya sekali muncul pada saat Flash 8 pertama kali digunakan. Setelah memilih edisi yang sesuai, misalnya Flash Profesional 8, lalu tekan tombol OK untuk melanjutkan proses eksekusi program.

Gambar 1.10. Memilih edisi Flash 8

Perubahan ini dapat dipilih setelah masuk ke dalam program dengan memilih menu Help dan memilih “Try Flash Basic 8” atau “Try Flash Profesional 8”.

4. Selanjutnya akan muncul tampilan pembuka (splash screen) Flash 8 yang muncul sebelum masuk ke dalam layer kerja (workspace) Flash 8. Pada tampilan inilah, program akan melakukan proses pemanggilan komponen yang dibutuhkan.

Gambar 1.11. Splash screen Flash Professional 8

5. Setelah semua komponen terpanggil, akan ditampilkan layer kerja Macromedia Flash 8 dengan tampilan Start Page seperti gambar dibawah ini.

Gambar 1.12. Tampilan layar kerja (workspace) Flash 8

1.4. Mengenal Area Kerja

Macromedia Flash 8 adalah versi terbaru dari Flash, sejak diakuisisi oleh Adobe, kemampuan dan fitur-fiturnya menjadi dasyat dan lengkap sehingga dapat digunakan untuk membuat berbagai macam aplikasi seperti animasi web, kartun, multimedia interaktif, sampai aplikasi untuk ponsel. Selain itu, Flash 8 juga kompatibel dengan softwar-software desain dan animasi lainnya. Untuk memulai menggunakan, sebaiknya kita mengenal area kerjanya terlebih dahulu. Sesuai kata pepatah, tak kenal maka tak sayang. Hal tersebut tentunya akan mempermudahkan kita dalam memahami program. Tampilan area kerja Flash 8 dapat dilihat sebagai berikut.

Rounded Rectangular Callout: Panel Actions

Gambar 1.13. Area kerja Flash 8

Keterangan gambar :

v Menu, adalah sekumpulan perintah yang digunakan dalam Flash, seperti menu File > New yang berfungsi untuk menyimpan file Flash.

v Toolbox, adalah sekumpulan tool yang digunakan untuk menggambar dan mengedit objek (Tools), mengatur sudut pandang (View), menentukan warna (Colors), dan opsi pilihan dari setiap tool yang ada (Options).

v Timeline, adalah panel yang berfungsi mengatur jalannya animasi yang kita buat. Di sini kita bisa mempercepat maupun memperlambat animasi.

v Stage, Adalah kanvas tempat kita meletakan dan mengedit objek-objek Flash.

v Properti Panel, adalah panel yang menampilkan atribut dari suatu objek yang sedang aktif sehingga atribut objek tersebut dapat kita ubah.

v Panel Actions, adalah panel yang berisikan bahasa pemprograman ActionScript yang digunakan untuk membuat animasi interaktif.

1.4.1. Memahami toolbox

Gambar 1. 14. Mengenal dan memahami Toolbox

Keterangan :

· Selection Tool (V), adalah tool yang berfungsi untuk memilih dan menyeleksi suatu objek.

· Subselection Tool (A), adalah tool yang berfungsi untuk mengedit titik-titik pada suatu objek secara detail.

· Free Transform Tool (Q), adalah tool yang berfungsi untuk memutar suatu objek, mengatur skala suatu objek, melakukan distorsi terhadap suatu objek, dan lainnya.

· Fill Transform Tool (F), adalah tool yang memiliki fungsi yang sama dengan Free Transform Tool, hanya saja penggunaannya terhadap warna gradasi dari suatu objek.

· Line Tool (N), adalah tool yang berfungsi untuk membuat suatu garis.

· Lasso Tool (L), adalah tool yang berfungsi untuk menyeleksi objek secara bebas sehingga dapat memilih seluruh ataupun sebagaian dari objek tersebut.

· Pen Tool (P), adalah tool yang berfungsi untuk menggambar kurva melengkung.

· Text Tool (T), adalah tool yang berfungsi untuk membuat teks.

· Oval Tool (O), adalah tool yang berfungsi untuk membuat objek berbentuk lingkaran maupun elips.

· Rectangle Tool (R), adalah tool yang berfungsi untuk membuat objek berbentuk kotak maupun persegi empat.

· Pencil Tool (Y), adalah tool yang berfungsi untuk menggambar bentuk bebas, sama seperti kita menggambar dengan pensil di kertas.

· Brush Tool (B), adalah tool yang berfungsi untuk memoles dalam bentuk cat, sama seperti kita mengecat dinding dengan kuas.

· Ink Bottle Tool (S), adalah tool yang berfungsi untuk memberi dan mengubahwarna pada garis luar objek (stroke).

· Paint Bucket Tool (K), adalah tool yang berfungsi untuk memberi dan mengubah warna pada bidang dalam objek (fill).

· Eyedropper Tool (I), adalah tool yang berfungsi untuk mengambil dan meniru warna dari suatu objek maupun gambar bitmap untuk diaplikasikan pada objek lain.

· Eraser Tool (E), adalah tool yang berfungsi untuk menghapus objek.

1.4.2. Mengenal panel timeline

Gambar 1. 15. Mengenal panel timeline

Keterangan :

A. Layer, adalah suatu lapisan transparan yang berfungsi untuk mangatur peletakan objek-objek dalam suatu movie Flash. Jadi, objek yang berada di layer paling bawah akan tertutup oleh objek yang beradapada layer di atasnya.

B. Keyframe, adalah suatu frame yang berisikan satu objek atau lebih. Keyframe ditandai dengan bulatan hitam pada frame.

C. Playhead, adalah suatu alat yang berfungsi untuk menjalankan animasi di stage tanpa perlu melakukan Test Movie terlebih dahulu. Playhead ditandai dengan kotak slider berwarna merah yang terletak di atas frame.

D. Frame, adalah suatu wadah bingkai yang membentuk suatu movie Flash. Movie tersebut terediri atas sekumpulan gambar yang berurutan sehingga apabila dijalankan, movie terlihat seolah-olah bergerak.

1.4.3. Jenis file Flash 8

Flash dapat menghasilkan banyak file keluaran. Namun secara umum, terdapat tiga jenis file utama pada Flash,di antaranya :

a. File Utama (.fla), adalah jenis file utama ketika kita menyimpan movie Flash kita. Kita bisa membuka dan mengedit semua jenis file .fla pada Flash.

b. File Hasil Ekspor (.swf), adalah jenis file yang biasa digunakan pada halaman web. File dalam format .swf dapat dilihat melalui web browser, selama browser tersebut memiliki Flash Player.

c. File Eksekusi (.exe), adalah jenis file yang dapat dieksekusi tanpa perlu memiliki aplikasi Flash ataupun Flash Player. Dengan melakukan klik ganda terhadap file .exe tersebut, maka file tersebut akan terbuka secara otomatis.

BAB II. PEMBAHASAN

2.1. Membuat Desain Katalog Profil SMA NU 01 Wahid Hasyim Talang

Agar visualisasi di dalam katalog dapat menarik perhatian untuk membuka setiap informasi di dalamnya, maka diperlukan rancangan desain yang akan menjadi tampilan muka dari katalog yang dijalankan. Desain yang dirancang haruslah menyesuaikan dengan apa yang ditampilkan nantinya. Dengan mengkombinasikan multimedia, tampilan katalog tidak hanya statis sehingga seseorang yang melihatnya dapat merasakan apa yang ingin ditujukan oleh profil sekolah tersebut.

Gambar 2. 1. Contoh desain untuk profil SMA NU 01 Wahid Hasyim

Dari desain diatas terlihat ada beberapa bagian utama yang muncul di dalam katalog, antara lain:

1. Nama sekolah

2. Menu berupa halaman depan, visi dan misi, tentang SMA, Gallery dan Extra Kurikuler.

3. Preview atau layar untuk menampilkan informasi berdasarkan menu yang akan dipilih berupa tampilan gambar atau video, dan

4. Keterangan untuk menu ataupun informasi pendukung untuk layer tampilan informasi.

2.1.1. Persiapan Desain

Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat desain dengan menyertakan keempat bagian yang telah disebutkan diatas.

1. Mempersiapkan gambar latar belakang yang akan digunakan, beberapa informasi dan gambar pendukung untuk menu visi dan misi, tentang SMA, Gallery photo, dan Extra Kurikuler, beserta keterangan gambar.

Gambar 2. 2. Gambar untuk latar belakang desain

Gambar 2. 3. Latar belakang catalog

2. Membuat file baru melalui menu File > New. Kemudian pilih item menu Flash Dokumen.

Gambar 2. 4. Membuat dokumen Flash baru

3. Aturlah ukuran dokumen menjadi 500 x 700 pixel melaluui menu Modify > Dokument (Ctrl+J)

Gambar 2. 5. Mengubah ukuran 500 x 700 pixel

4. Selanjutnya impor gambar latar belakang ke dalam library melalui File > Import > to Library…

Gmabar 2. 6. Import ke dalam Library

5. Pilih file yang akan digunakan untuk latar belakang katalog. Kemudian file gambar yang dipilih akan muncul ke dalam jendela Library di sebelah kanan layer. Drag file gambar tersebut di dalam library ke dalam dokumen dan atuar koordinat gambar di dalam dokumen pada posisi X=0 dan Y=0.

Gambar 2. 7. Mendrag dan mengatur koordinat gambar latar belakang di dalam dokumen

6. Selanjutnya tambahkan satu objek baru lagi kedalam library sebagai tempat untuk menampilkan informasi. Layar tampilan informasi ini merupakan bagian utama ketiga dalam Gambar 4. 1. Tempat untuk menampilkan informasi itu berupa box.

7. Tambahkan library dengan dua gambar tanda panah untuk menunjukan ke kiri dank e kanan dibagian bawah navigasi dan jangan lupa untuk memberikan ikon keluar dari dari program agar pengguna awan dadap dengan mudah menutup catalog ketika selesai.

8. Tambahkan pula menu visi dan misi, tentang SMA, gallery photo, dan extra kurikuler dengan “Text Tool” dan ataur jenis dan ukuran serta warna gambar yang diinginkan melalui jendela Properties (Ctlr+F3).

9. Setelah penambahan gambar dan menu diatas, tampilan yang akan diperoleh akan tampak seperti gambar di bawah ini.

Gambar 2. 8. Desain keseluruhan setelah penambahan gambar

2.1.2. Menampilkan Gambar dengan ActionScript

Desain di atas dibuat untuk menampilkan gambar-gambar secara dinamis. Untuk itu gambar tidak dimasukkan ke dalam library atau di-drag ke dalam desain katalog melainkan dipanggil menggunakan kode program atau ActionScript. Dengan adaya kode program tersebut, gambar yang ditampilkan dapat bertambah sesuai kebutuhan tanpa perlu melakukan perubahan desain katalog. Berikut ini langkah-langkah untuk menampilkan file photo01.jpg ke atas layar (box.).

1. Agar dapat digunakan untuk tampilan gambar, konversikan layar tampilan informasi (box) menjdi symbol. Klik kanan kotak tersebut dan pilih menu Convert to symbol..

Gambar 2. 9. Konversi gambar ke simbol

2. Isilah nama simbol dengan “priview” pilih tipe Movie clip dan tekan OK



Gambar 2. 10. Memberi nama simbol

3. Klik mouse di luar desain catalog dan tekan F9 untuk menambahkan ActionScript pada Frame. Kode program di bawah ini digunakan untuk menampilkan gambar photo01 yang tersimpan di dalam satu folder. Ketik script dan tekan tombol (Insert a target path) untuk menampilkan photo01 pada lokasi yang tepat. Kemudian akan muncul jendela “Insert Target Path” untuk memilih lokasi tampilan photo01.jpg. Pilih ‘(preview)” agar gambar tersebut tampil di kotak preview.

Gambar 2. 11. Memilih target

4. Pada saat pertama kali sebuah objek digunakan sebagai target, akan muncul permintaan untuk mengkonversi objek menjadi instance. Tekan tombol Rename untuk menyetujuinya.

Gambar 2. 12. Membuat instance

5. Selanjutnya beri nama instance tersebut. Agar memudahkan, gunakan nama yang sama dengan dan tekan OK.

Gambar 2. 13. Memberi nama instance

6. Hasil pemilihan target akan tampak seperti gambar di bawah ini. Tambahan teks “this.preview” menunjukan bahwa lokasi untuk menampilkan gambar ada pada instance “preview”.

Gambar 2. 14. Hasil pemilihan target

7. Apabila dijalankan dengan menu Control > Test Movie (Ctrl+Enter) hasilnya akan muncul gambar photo01.jpg di kotak tampilan informasi, seperti gambar berikut ini.

Gambar 2. 15. Hasil eksekusi

2.1.3. Menampilkan Teks dengan ActionScript

Selanjutnya penambahan informasi tertentu pada kotak keterangan yang ada di bagian utama keempat dari desain katalog. Agar informasi dapat tampil secara dinamis seperti halnyagambar sebelumnya, diperlukan ActionScript untuk memanggil file teks dan menampilkannya di atas layar. Berikut adalah langkah untuk menampilkan teks keterangan dari file keterangan.txt.

1. Buat objek kotak teks di atas kotak keterangan di bagian bawah desain. Klik “Tekt Tool” dan aturlah posisi teks selebar kotak yang telah disediakan dibagian bawah untuk menampilkan keterangan. Pengaturan ukuran dan jenis huruf melalui jendela properties (Ctlr+F3). Isilah kotak dengan ukuran nama “keterangan”.

Gambar 2. 16. Membuat objek teks

2. Selanjutnya kllik sembarang lokasi di luar layar desain dan tekan F9 untuk menambahkan ActionScript. Kode program berikut ini akan digunakan untuk menampilkan informasi yang ada dalam photo01.txt.

Gambar 2. 17. Kode untuk menampilkan isi photo01.txt

3. Persiapan file photo01.txt yang berisi informasi mengenai photo01.jpg. Simpan file tersebut bersama dengan file Flash di dalam satu folder.

Gambar 2. 18. File photo01.txt untuk keterangan gambar

4. Apabila dijalankan dengan menu Control > Test Movie (Ctrl+Enter) hasilnya akan muncul gambar01.jpg dikotak tampilan informasi beserta informasi gambar pada kotak keterangan, seperti gambar berikut ini.

Gambar 2. 19. Menampilkan teks keterangan beserta gambar

2.1.4. Penambahan ActionScrip pada Menu

Dengan tampilan gambar dan keterangan gambar, maka desain katalog udah berfungsi 50 persen. Untuk penambahan ActionScrip pada menu visi dan misi, galleri photo, tentang SMA, dan Extra Kurikuler sama seperti pada saat pemberian ActionScript pada saat penampilan gambar ke dalam box. Hanya saja ada perubahan dan penambahan kodenya. Lakukan hal yang sama untuk menu visi dan misi, tentang SMA NU, galleri photo dan extra kurikuler. Konversi keempat menu tersebut ke dalam simbol denngan tipe button atau tomboldan dinamai “menu1’, “menu2”, “menu3”, dan “menu4”.

Gambar 2. 20. Konversi symbol untuk semua menu

Penambahan ActionScript disesuai dengan masing-masing menu dibawah ini.

a.

on (realese) {

PilMenu=”VisidanMisi”;

for(n=0;n

if (String(halaman_id[n]= =PilMenu) {

loadMovie(nama_photo[n],_root.preview);

keterangan.text = info_ket[n];

break;

}

}

}

Visi dan Misi

b.

on (realese) {

PilMenu=”TentangSMANU”;

for(n=0;n

if (String(halaman_id[n]= =PilMenu) {

loadMovie(nama_photo[n],_root.preview);

keterangan.text = info_ket[n];

break;

}

}

}

Tentang SMA NU

c. Galleri Photo



on (realese) {

PilMenu=”GalleriPhoto”;

for(n=0;n

if (String(halaman_id[n]= =PilMenu) {

loadMovie(nama_photo[n],_root.preview);

keterangan.text = info_ket[n];

break;

}

}

}

d. Extra Kurikuler



on (realese) {

PilMenu=”ExtraKurikuler”;

for(n=0;n

if (String(halaman_id[n]= =PilMenu) {

loadMovie(nama_photo[n],_root.preview);

keterangan.text = info_ket[n];

break;

}

}

}

Perhatikan baris kode yang ditebalkan pada masing-masing Menu. Semuanya hanya perlu mengganti baris kode yang ditebalkan di ats untuk setiap menunya, menyesuaikan kolom “halaman_id” dalam file katalog.xml sehingga dapat menampilkan gambar sesuai dengan halaman_id yang sama dengan menu.

2.1.5. Menambah ActionScrip pada Navigasi

Tombol panah ke kiri dan ke kanan pada kotak preview digunakan untuk menampilkan gambar sebelumnya atau gambar sesudahnya, namun gambar-gambar tersebut masih dalam kelompok menu yang sama. Ketika tombol tanda panah kiri ditekan, maka akan menuju ke gambar dengan nomor urut sebelumnya.

Gambar 2. 21. Klik tombol panah kiri

Kode Program :

on (realese) {

if(idx>1){

idx--;

}

for(n=0;n

if(String(halamn_id[n])= =PilMenu){

if(String(nomor_urut[n])= = idx){

loadMovie(nama_photo[n],_root.preview);

keterangan.text = info_ket[n];

break;

}

}

}

}

Kemudian klik tombol panah ke kanan ditekan, maka akan menuju ke gambar dengan nomor urut sebelumnya.

Gambar 2. 22. Klik tombol panah kanan

Kode Program :

on (realese) {

var found=0

idx++;

}

for(n=0;n

if(String(halamn_id[n])= =PilMenu){

if(String(nomor_urut[n])= = idx){

found=1;

loadMovie(nama_photo[n],_root.preview);

keterangan.text = info_ket[n];

stop;

}

}

}

}

2.2. Mengemas Katalog dalam Bentuk CD Autorun

Setelah mencapai tahap akhir, yaitu menyalin katalog yang telah dibuat ke dalam bentuk CD-ROM yang dapat berjalan secara otomatis. Sebetulnya tidak banyak yang perlu dikerjakan pada tahap ini. Semua tahap yang akan dilakukan berikut ini juga cukup mudah untuk dikerjakan.

2.2.1. Membuat file EXE untuk Flash

Hasil jadi Macromedia Flash adalah file dengan ekstensi SWF. Jika ingin memilih untuk menggunakan file tersebut, maka setiap komputer yang menjalankan Autorun CD haruslah telah mempunyai Macromedia Flashdi komputernya. Meskipun saat ini, Flash Player telah menjadi kebutuhan bagi pengguna komputer, tidak ada jaminan bahwa setiap komputer selalu menpunyai Flash Player di dalamnya. Untuk itu diperlukan pembuatan file EXE untuk file SWT yang telah dibuat sebelumnya. Caranya cukup sederhana, berikut ini langkah-lankah untuk membuat file EXE dari file SWT.

1. Buka file SWT dengan Flash Player dengan cara klik ganda file SWT yang dibuat tadi.

2. Selanjutnya pilih menu File > Create Projector….

3. Akan muncul jendela dialog untuk menyimpan file SWT yang dibuka kedalam format EXE. Tentukan lokasi penyimpanan dan nama file EXE yang akan dibuat. Tekan tombol Save setelah lokasi dan nama file EXE ditentukan.

4. Jika diperhatikan, ukuran file akan membengkak menjadi lebih besar karena di dalam file EXE terdapat tambahan Flash Player disamping Flash Movie (SWF). Keuntungan dengan adanya bentuk EXE ini, pengguna tidak perlu lagi bingung mencari Flash Player untuk menjalankan Flash Movie. Dengan selesainya konversi file SWF menjadi EXE, maka satu langkah pertama sudah berhasil dikerjakan.

2.2.2. Membuat Konfigurasi Autorun CD

Terdapat file dengan tipe Setup Information (*.inf) dengan nama autorun.inf yang berfungsi untuk mengatur perlakuan sistem operasi Microsoft Windows terdapat CD-ROM yang dimasukkan ke dalamnya. Tanpa adanya file tersebut, ketika CD-ROM dimasukkan ke dalam CD-ROM drive Windows tidak akan melakukan tindakan apa pun.

2.2.2.1. Menjalankan program

[AutoRun]

OPEN=Nama File Executable

ICON=Nama File ICON

Isian standar dalam autorun.inf untuk dapat menjalankan program (binary) adalah Listing autorun.inf



Nama File Executable pada set OPEN merupakan nama file program yang akan dipanggil ketika CD-ROM dimasukkan ke dalam CD drive. Yang dimaksud dengan File Executable adalah file yang dapat dipanggil secara langsung tanpa bantuan program lain. File yang dimaksudkan bisa berakhiran (mempunyai ekstensi) EXE, COM, dan BAT.

[AutoRun]

OPEN=katalog.exe

ICON=katalog.ico

Sedangkan Nama File ICON merupakan gambar ikon yang akan menjadi symbol CD yang akan dibuat. Untuk mempermudah, file tersebut sebaiknya diletakkan di root directory dari CD. Sebagai contohnya, dapat dilihat perubahan listing autorun.inf berikut ini :


Dari perubahan listing di atas, file katalog.exe akan dieksekusi ketika CD dikenali oleh sistem. Sedangkan katalog.ico merupakan file ikon yang akan menjadi simbol dari CD ketika dibuka oleh Explorer.

2.2.2.2. Mengeksekusi file tertentu dengan software tertentu

Apabila file yang diinginkan dijalankan secara otomatis ketika CD dimasukan ke dalam drive berupa file-file non-executable, maka listing autorun.inf yang digunakan juga berbeda dengan sebelumnya. File non-executable merupakan file yang tidak langsung dapat di eksekusi, melaikan memerlukan software atau program tertentu. Sebagai contoh adalah file html memerlukan browser web Internet Explorer untuk bisa dilihat sedangkan file swt memerlukan Flash Player.

Isian standar dalam autorun.inf untuk dapat menjalankan file non-executable adalah seperti di bawah ini.

Listing autorun.inf



[AutoRun]

SHELL=Nama File Non-Executable

ICON=Nama File ICON

Yang perlu diperhatikan pada listing di atas adalah perubahan set OPEN menjadi SHELL. Perubahan ini diperlukan mengingat pentingnya software yang ada di dalam sistem untuk membuka file non-executable tersebut Jika tidak ada program yang di registrasikan untuk menangani file tersebut, maka tidak akan terjadi aktifitas apa pun ketika CD dimasukkan ke dalam drive.

Jika di terapkan pada dokumen Flash yang berekstensikan SWT, maka perubahan listing di atas menjadi seperti di bawah ini.



[AutoRun]

SHELL=katalog.exe

ICON=katalog.ico

Dari perubahan listing di atas, terlihat bahwa katalog.swf akan dibuka ketika CD dimasukkan ke dalam drive dan dikenali oleh sitem. Umumnya file katalog.swf akan dijalankan oleh Flash Player yang terinstal di dalam kompoter. Namun, jika di dalam komputer pengguna tidak terdapat Flash Player atau versi Flash Player di dalam komputer cukup tua, maka katalog.swf tidak akan terbuka.

Apabila kedua cara dibandingkan, maka cara pertama lebih disarankan untuk digunakan karena ada ketergantungan pada software lain. Cara pertama lebih dapat dipastikan berjalan di komputer pengguna. Untuk itu, visualisasi yang dihasilkan dengan Macromedia Flash harus dikonversi menjdi file EXE.

2.2.3. Menyalin semua file ke dalam CD - ROM

Dalam proses pembakaran CD cukup mudah, terutama jika di dalam komputer telah mempunyai CD-RW drive sebelumnya. Dengan menggunakan software Nero yang biasanya di-bundle bersama dengan CD-RW drive yang di beli, proses transfer file dari hard disk ke dalam CD dapat dilakukan dengan mudah.

Langkah-langka di bawah ini adalah proses pembuatan isi CD beserta proses pembakarannya :

1. Jalankan program Nero Express dengan menekan tombol Start > Programs > Nero[versi] . Nero Express.

2. Selanjutnya pilih menu Data > Data Disc untuk memulai pembuatan CD dengan tipe data.

3. Proses berikut adalah mendaftarkan file-file yang akan menjadi isi (content) CD-R. Tekan tombol Add untuk memulai memilih file yang akan dimasukkan ke dalam daftar. Oleh karena Nero 6 mendukung multisession, maka dapat mengoreksinya apabila terdapat kesalahn dalam copy file ke CD-R.

4. Selanjutnya akan muncul jendela “Select Files and Folders” yang berfungsi untuk memilih file ataupun direktori secara satu per satu maupun sekaligus (dengan blok) kedalam daftar file yang akan dimasukkan ke dalam CD. Setelah memilih file-file tersebut, tekan tombol Add. Jika telah selesai memilih file dan segera ingin melanjutkan ke proses pembakaran CD, tekan tombol Finished untuk kembali ke layer utama.

5. Pastikan semua file yang akan di copy ke dalam CD telah masuk ke dalam daftar file. Jika belum, maka dapat mengulangi peruses penambahan file atau direktori dengan menekan tombol Add. Sedangkan jika menemukan file yang tidak seharusnya di copy ke dalam CD, maka dapat memilihnya dan menekan tombol Delete. Jangan lupa untuk memasukkan file autorun.inf yang telah dibuat sebelumnya. File tersebut merupakan dokumen penting untuk memerintahkan CD bekerja saat dimasukkan ke dalam CD-ROM drive. Apabila semuanya telah benar, tekan tombul Next untuk melanjutkan ke proses berikutnya.

6. proses berikutnya adalah menentukan CD-RW dire yang akan digunakan untuk membakar CD. Selain itu, akan diminta untuk memberikan nama volume CD pada kotak input Disc name. Pada kotak input Writing speed, akan diminta menentukan kecepatan menulis CD. Sebaliknya, kecepatan yang akan dipilih jangan terlalu tinggi. Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan pengguna memakai CD-ROM drive berkecepatan rendah akan mengalami kesulitan membaca isi CD. Normal untuk kecepatan yang digunakan adalah 24x (3,600KB/s). Tekan tombol Burn untuk memulai proses penyalinan.

7. Selanjutnya tunggulah peruses pembakaran CD sampai proses dinyatakan selesai dan mencai 100%. Semakin banyak file yang dipilih, semakin lama pula proses pembakaran CD. Untuk membatalkan, dapat menekan tombol stop. Namun, langkah penghentian proses akan mengakibatkan CD yang dibakar tidak lagi dapat digunakan. Untuk itu, sebaiknya berhati-hati untuk tidak megarahkan mouse ke tombol stop.

8. Selesainya proses pembakaran CD ditandai dengan munculnya jendela dialog yang menyatakan proses pembakaran telah sukses dilakukan pada kecepatan 24x (3,600 KB/s). Tekan tombol OK untuk menutup jendela dialog tersebut.

9. Beberapa saat kemudian, CD yang telah selesai pembakaran akan keluar dari CD-RW drive. Tekan tobol Next untuk menutup proses pembakaran CD.

10. Selanjutnya akan muncul tampilan program dengan menu New project, Cover Designer, dan Save project. Jika menghendaki untuk menyimpan hasil kerja yang baru saja selesai, tekan tombol Save project. Apabila pekerjaan pembuatan CD telah selesai, tekan tombol Exit untuk keluar dari program Nero Express.

11. Setelah proses pembakaran selesai langkah yang perlu dilakukan adalah memeriksa sekali lagi validitas CD yang dihasilkan dengan memasukannya ke dalam CD-ROM drive. Jika sistem operasi memanggil program yang dimaksudkan di dalam file autorun.inf, maka hasil pembakaran CD dapat dinyatakan berhasil.

BAB III. KESIMPULAN DAN SARAN

3.1. Kesimpulan

Dari semua hal dan uraian yang telah penulis kemukakan dan juga berdasarkan hasil dari pelaksanaan Kerja Praktek yang penulis tempuh di SMA NU 01 Wahid Hasyim Talang maka dapat disimpulkan bahwa masalah untuk mempromosikan profil sekolah dalam bentuk website dan kemudian mengkoneksikannya ke internet terasa kurang efektif. Walaupun hal tersebut adalah sebuah kebutuhan untuk menuju sekolah yang berstandar internasional dimana sekolah harus mempunyai website agar siapapun bisa mengaksesnya baik itu siswanya sendiri maupun masyarakat lain yang berkeinginan mengetahui lebih banyak tentang profil sekolah tersebut.

Macromedia Flash merupakan aplikasi yang digunakan untuk melakukan desain dan membangun perangkat presentasi, publikasi, atau aplikasi lainnya yang membutuhkan ketersediaan sarana interaksi dengan penggunanya. Dalam pembuatan profil sekolah menggunakan Macromedia Flash Player adalah sebuah sarana baru, walaupun sudah banyak orang yang menggunakannya untuk presentasi produk dan profil perusahan dalam sebuah diskusi manajemen perusahaan. Presentasi profil sekolah yang dikemas dalam CD-ROM dirasakan akan lebih efektif dan tepat menuju sasaran jika dibandingkan dengan pemanfaatan website yang mengharuskan masyarakat umum untuk melakukan koneksi ke internet serta membuka satu per satu halaman website.

Pemanfaatan Macromedia Flash untuk profil sekolah dapat dijadikan sebuah solusi yang paling tepat akan susahnya akses internet pada saat jam sibuk atau pada saat internet trouble karena pengaruh dari cuaca ataupun instalasi lainnya yang mempengaruhi koneksi ke internet. Begitu pula dengan masyarakat penghuni SMA NU Wahid Hasyim Talang dan masyarakat umum sekitar yang belum sepenuhnya mengenal internet. Dengan amplikasi Flash Player ini akan dapat dengan mudah melihat presentasi profil sekolah dengan memasukan CD-ROM tersebut ke dalam CD-ROM drive, semuanya berjalan secara otomatis ketika CD-ROM tersebut dapat dikenali oleh komputer sehingga tak perlu lagi menguasai bagaimana cara menjalankan presentasi tersebut secara manual.

Meskipun masih banyak kekurangan dan perbaikan dalam proses pembuatan aplikasi offline ini, namun penulis telah bekerja secara maksimal untuk mencapai hasil yang memuaskan. Dengan demikian Kerja Praktek ini sangat bermanfaat dan berguna bagi penulis, terutama untuk menerapkan ilmu telah penulis peroleh selama belajar di Politeknik Harapan Bersama Tegal, sehingga penulis dapat mengatur, mengukur kemampuan serta kesimpulan ke dunia kerja untuk jangka waktu yang panjang nanti.

3.2. Saran

Setelah melihat, mengamati, dan langsung melaksanakan Kerja Praktek di SMA NU 01 Wahid Hasyim Talang maka penulis memberi saran yang mungkin dapat diterima oleh pihak yang bersangkutan. Proses kegiatan yang sudah berlangsung selama ini sudah mendukung tercapainya hasil kegiatan yang maksimal. Tapi, ada baiknya penambahan kelengkapan sarana dan prasarana yang dianggap perlu demi kelancaran pelaksanaan tugas kantor, perlu penambahan keahlian komputerisasi agar pengolahan data secara elektronik berjalan dengan lancar, hubungan kekeluargaan dan kerja sama antara kepala sekolah, guru dan staf karyawan yang sudah terjalin dengan baik perlu di pertahankan dan di pupuk secara terus menerus, begitu pula dengan peningkatan mutu pembelajaran perlu perbaikan fasilitas pada laboraturium komputer, penambahan komputer dan pengadaan teknisi komputer.

Meskipun pada pembahasan di atas lebih terfokus pada aplikasi offline berbasis CD-ROM, namun diharapkan katalog tetap dapat ditampilkan pada dua media, baik offline (via C-ROM) maupun online (via website).

DAFTAR PUSTAKA

Abdillah, Maylane Boni. 2008. Panduan Pelaksanaan dan pembuatan Laporan Kerja Praktek. (Online) Tersedia : www.poltektegal.ac.id

Enterprise, Jubile. 2007. Buku Latihan Flash 8 untuk Advertising. Jakarta : Elex Media Komputindo

Nazir, Moh. 1988. Metode Penelitian. Jakarta : Ghalia Indonesia
Powered By Blogger

Bagaimana Pendapat anda blogmengini yang baru anda baca ini?