BAB I. LANDASAN TEORI
1.1. Kegunaan Macromedia Flash 8 pada Pembuatan Profil Sekolah.
Jika pada awal-awal kemunculan software ini, Flash lebih banyak digunakan untuk mendukung tampilan animasi di dalam website, saat ini kemampuan grafisnya serta dukungan pengolahan data, telah membuat banyak orang menggunakannya untuk pembuatan aplikasi offline, seperti katalog produk, profil perusahaan, atau toturial yang dikemas dalam bentuk CD-ROM. Dengan adanya visualisasi yang menarik, animasi yang dikemas sebagai aplikasi offline semakin menciptakan ketertarikan bagi yang melihatnya. Bagi konsumen, presentasi yang dikemas dalam CD-ROM dirasakan lebih efektif jika dibandingkan dengan pemanfaatan website yang mengharuskan mereka untuk melakukan koneksi ke internet serta membuka satu per satu halaman website. Dalam diskusi manajemen perusahaan, presentasi produk secara offline seringkali mempermudah manajemen dalam menentukan keputusan yang lebih tepat. Kecepatan dan kemudahan dalam melihat satu persatu informasi produk secara detail akan sangat terasa apabila menggunakan media CD-ROM.
Dengan latar belakang itulah, maka pembuatan profil sekolah dengan memanfaatkan Flash sebagai salah satu strategi pengenalan terhadap masyarakat luas dapat tercapai pada sasarannya. Dengan dikemas dalam bentuk CD-ROM yang dapat dijalankan secara otomatis (Autorun CD), masyarakat luas dapat melihat presentasi tentang sekolah hanya dangan memasukan CD-ROM tersebut ke dalam
2.2. Pengenalan Macromedia Flash 8
Macromedia Flash merupakan aplikasi interaktif untuk pembuatan animasi dengan berbagai kelebihan dan telah menjadi idola desain dan animasi. Aplikasi ini merupakan aplikasi penghasil animasi terpopuler sampai saat ini Software tersebut disukai karena kemudahannya dalam membuat berbagai visualisasi yang dibutuhkan, dengan waktu yang cukup singkat. Hasil karya yang dihasilkan menggunakan software ini ternyata juga dapat menjadi pesaing karya-karya animasi yang dibuat secara profesional dengan memanfaatkan software-software kelas berat.

Gambar 1. 1. Logo Macromedia Flash Profesional 8
Macromedia Flash merupakan aplikasi yang digunakan untuk melakukan desain dan membangun perangkat presentasi, publikasi atau aplikasi lainnya yang membutuhkan ketersediaan sarana interaksi dengan penggunanya. Proyek yang dibangun dengan Flash bisa terdiri atas teks, gambar, animasi sederhana, video,atau efek-efek khusus lainnya. Aplikasi ini diproduksi oleh Macromedia Corporation, sebuah perusahaan pengembang perangkat lunak dalam bidang animasi, pengembangan sistem web dan multimedia. Flash dikembangkan sejak tahun 1996, dan pada awalnya hanyalah merupakan program animasi sederhana GIF Animastion, tetapi sekarang sudah berkembang menjadi aplikasi raksasa yang digunakan oleh hampir semua orang yang menekuni bidang desain dan animasi berbasis komputer.
Sampai saat ini, Macromedia Flash telah dikembangkan dalam beberapa versi. Setelah sampai pada versi Flash 6, muncul teknologi Flash 7 yang dikenal dengan nama Macromedia MX dan yang terakhir sampai saat ini adalah Flash versi 8 atau dikenal dengan Macromedia Flash Professional 8. Macromedia Flash merupakan aplikasi interaktif dengan berbagai kelebihan. Beberapa faktor yang mendukung kepopuleran Flash sebagai sebuah aplikasi untuk keperluan desain dan animasi antara lain adalah memiliki format gratis berbasis vektor, kapasitas file hasil yang kecil, memiliki kemampuan tinggi dalam mengatur interaktivitas program, memiliki kelengkapan fasilitas dalam melakukan desain, dan sebagainya.
1.2.1. Apa yang bisa dibuat dengan Flash
Dengan aplikasi Macromdia Flash, kita bisa membuat berbagai jenis aplikasi seperti :
Ø Animasi.
Aplikasi yang menggunkan animasi tersebut missal banner, kartu ucapan online, kartun, iklan, dan sebagainya. Macromedia Flash menyediakan berbagai elemen animasi yang cukup lengkap.
Ø Games.
Beberapa game, terutama yang berbasis dua dimensi banyak yang dibangun dengan aplikasi ini. Game menggabungkan kemampuan animasi pada Flash dengan bahasa scripting yang dimilikinya yang dikenal dengan ActionScript.
Ø User Interface.
Aplikasi user interface yang biasa dibangun menggunakan Macromedia Flash adalah aplikasi-aplikasi berbasis web. Interface tersebut biasanya dilengkapi dengan kotak-kotak navigasi sederhana sampai pada antarmuka yang lain yang lebih kompleks.
Ø Aplikasi FMA ( Flexible Messaging Area ).
FMA merupakan area pada web page yang dirancang untuk menampilkan pesan tertentu yang bisa berubah setiap waktu. Sebagai contoh, FMA pada website restaurant, mungkin akan menampilkan menu special harian yang bisa berubah dari waktu ke waktu.
Ø Reach Internet Application (RIA).
RIA merupakan aplikasi internet yang membutuhkan tingkat menipulasi dan transfer data yang tinggi. Beberapa aplikasi RIA yang didukung Macromedia Flash antara lain katalog belanja, test online, kalender, inventory online, sistem informasi akademik, dan sebagainya.
1.2.2. Fitur Macromedia Flash 8
Secara umum, penggunaan Macromedia Flash menyediakan berbagai kemudahan dalam pembuatan desain perangkat publikasi. Beberapa kelebihan yang dimiliki aplikasi ini adalah dalam hal produktifitas, ketersediaan media pendukung, dan kemampuan improvisasi.
1.2.2.1. Meningkatkan produktivitas
Beberapa fitur yang mendukung produktifitas pada aplikasi ini antara lain :
1. Timeline effects. Kita dapat menerapkan timeline effects pada semua objek dengan cepat, baik untuk penggunaan transisi maupun animasi seperti fade-ins, fly-ins, blurs, dan spins.
2. Behavior. Dengan behaviors, anda dapat menembahkan interaktivitas ke dalam setiap isi Flash, tanpa harus menuliskan baris-baris kode (skrip). Sebagai contoh, anda bisa menggunakan behavior untuk melakukan link wbsite, loading sound dan grafik, control playback video, playing movie, dan sebagainya.
3. Mendukung Aksesibilitas. Dukungan aksesibilitas yang disediakan, misalnya dengan adanya keyboard shortcuts untuk melakukan navigasi, control interface, serta beberapa pekerjaan dengan elemen interface tanpa menggunakan mouse.
4. Template yang selalu Updated. Flash menyediakan templates yang selalu updated untuk membuat presentasi, aplikasi, aplikasi e-learning, advertising, aplikasi mobile device, dan lain sebagainya.
5. Intergrated Help Sistem. Macromedia Flash menyediakan panel bantuan yang terintergrasikan dengan referensi context, ActionScript, dan teknik-teknik belajar di lingkungan Flash.
6. Spell checker. Macromedia Flash juga menyediakan fasilitas spell checker seperti yang dimiliki bberapa aplikasi pengolah kata untuk mencari teks-teks yang memiliki kesalahan dalam spelling bahasanya.
7. Find and Replace. Fasilitas Find and replace digunakan untuk mencari dan atau mengganti text, jenis huruf, warna, symbol, file suara, file video, atau file bitmap lainnya.
1.2.2.2. Support media presentasi lainnya.
Macromedia Flash menyediakan media-media yang mendukung kualitas presentasi seperti :
1. High-fidelity import. Dengan high-fidelity import, Macromedia Flas dapat melakukan import file dari aplikasi-aplikasi lain seperti Adope PDF dan Adope Illustrator yang menyediakan representasi gambar-gambar representasi vector yang cukup akurat
2. Video Import wizard. Dengan video import wizard maka akan dapatmelakukan encode video dan sekaligus mempermudah melakukan clip editing.
1.2.2.3. Improvement.
1. Performa Flash Player pada Flash versi 8 ini telah sangat meningkat. Demikian juga dengan ActionScript yang dimilikinya telah memenuhi standar ECMA.
2. ActionScript dimulai dari versi 2.0 merupakan bahasa pemrograman yang telah berorientasi objek (objectoriented language) yang mendukung difat-sifat inheritance, strong typing, dan event model. Hal ini akan mempermudahkan inprovisasi yang bisa dilakukan untuk meningkatkan interaktivitas desain flash.
3. Adanya Histori Panel dapat melakukan tracking aktivitas (action) yang dilakukan sehingga dapat melakukan pemakaian kembali perintah-perintah sebelumnya.
1.3. Instalasi Software yang Dibutuhkan
Sebelum menjalankan aplikasi Macromedia flash 8, terlebih dahulu dilakukan proses instalasi. Proses instalasi berarti memasang software ke dalam sistem komputer, agar bisa dijalankan setiap waktu. Untuk melakukan instalasi program, harus memiliki CD master macromedia Flash dan software pendukung lainnya.
Selain Macromdia Flash 8, software desain grafis CorelDRAW 11 ataupun Adobe Photoshop mungkin dapat membantu mempercantik visualisasi yang dibuat di dalam Micromedia Flash 8. Sampai saat Adobe Photoshop terus dikembangkan hingga mencapai versi 9.0 atau Creative Suite (CS)2. Bahkan dalam waktu dekat release terbaru akan muncul menggantikan versi 9.0. Adobe Photoshop sebagai software pengolah gratis, menawarkan berbagai fasilitas lengkap dan canggih, terutama untuk membuat bentuk-bentuk grafis, pengolahan image, dan foto digital. Melihat berbagai fitur yang ditawarkan, CorelDRAW 11 ataupun Adobe Photoshop banyak dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan seperti pengolahan image untuk desain web, katalog, proses finising digital imaging, dan sebagainya.
Tapi pada kesempatan ini penulis lebih memfokuskan pembahasannya untuk Macromedia Flash 8 yang lebih banyak digunakan dalam pembuatan katalog profil SMA NU 01 Wahid Hasyim Talang.
1.3.1. Proses Instalasi Macromedia Flash 8
Berikut adalah langkah-langkah instalasi software macromedia Flash 8 yang dibutuhkan dalm membuat katalog profil sekolah untuk SMA NU 01 Wahid Hasyim. Jika belum mempunyai software Macromedia Flash versi 8, download software trial dari website Macromedia di alamat http://www.macromedia.com/downloads. Jika software yang dimaksudkan telah berhasil di-download, jalankan program instalasi Macromedia Flash 8 menggunakan klik ganda (double-click) pada ikon file bernama Flash-en.exe.

Gambar 1. 2. File instalasi Flash 8
Selanjutnya akan dilihat tampilan salam Selamat Datang seperti gambar di bawah ini. Pastikan semua browser web seperti Internet Explorer dan Netscape telah ditutup sebelum instalasi dimulai. Tekan tombel next untuk melakukan instalasi.

Gambar 1. 3. Tampilan awal instalasi Macromedia Flash 8
Berikutnya akan ditampilkan informasi mengenai perjanjian lisensi penggunaan software Macromedia Flash 8. jika menyetujui lisensi tersebut, pilihlah opsi “I accept…”. jika tidak menyetujuinya, dapat memilih opsi “I do not accept.....”. Namun, untuk dapat melanjutkan instalasi Macromedia Flash 8, harus menerima perjanjian tersebut, tekan tombol Next untuk melajutkan.

Gambar 1. 4. Perjanjian lisensi Macromedia Flash 8
Kemudian akan diberikan pilihan untuk menentukan lokasi penyimpanan program. Default lokasi instalasi akan dibuat berada di dalam direktori C:\Program Files\Flash 8. Jika menginginkan untuk menggantinya, tekan tombol Change dan tentukan lokasi instalasi yang diinginkan. Selain pilihan lokasi penyimpanan, dapat membuat shortcut di Quick Launch Bar atau Desktop dengan mengaktifkan kotak cek yang bersangkutan. Setelah selesai kedua proses tersebut, tekan tombol Next untuk melanjutkan proses instalasi.
Di dalam proses instalasi Macromedia Flash 8 yang akan berjalan nanti, akan dilakukan juga instalasi Flash Player untuk menjalankan berbagai dokumen Flash. Jika menginginkannya, pastikan tanda centang pada “Install Macromedia Flash Player” tetap ada. Namun, Jika tidak menghendaki instalasi Flash Player, hilangkan tanda cek pada opsi tersebut. Kemudian tekan tombol Next untuk melanjutkan proses instalasi berikunya.

Gambar 1. 5. Instalasi Macromedia Flash Player 8
Selanjutnya akan diminta konfirmasi untuk memulai instalasi. Jika masih ada perubahan yang ingin dilakukan pada jawaban pertanyaan-pertanyaan pada proses sebelumnya, maka dapat menekan tombol Back untuk kembali. Jika tidak lagi diperlukan perubahan pilihan dan ingin segera melakukan instalasi tekan tombol Install.

Gambar 1.6. Tombol untuk memulai instalasi
Proses selanjutnya adalah penyalinan file Macromedia Flash 8. Tunggulah beberapa saat sampai proses penyalinan file dan penulisan ke sistem registry selesai dilakukan. File yang disalin ke dalam hard disk meliputi program utama, contoh dan tutorial.

Gambar 1.7. Proses copy file Macromedia Flash 8
Ketika proses penyalinan file telah selesai, akan tampil informasi yang mengatakan proses instalasi telah berhasil dilakukan. Selanjutnya dapat menekan tombol Finish untuk menutup proses instalasi. Apabila hendak melihat informasi dalam file Readme, berikan tanda centang pada opsi “Show the Readme file” sebelum menekan tombol Finish.

Gambar 1.8. Informasi instalasi telah selesai.
1.3.2. Menjalankan program Aplikasi
Setelah berhasil melakukan instalasi program Macromedia Flash 8, maka dapat mulai menjalankan program tersebut pertama kali. Berikut adalah langkah-langkahnya :
1. Jalankan program Macromedia Flash 8 dengan memilih menu Start > Programs > Macromedia Flash 8.
2. Pada awal pemakaian, program akan menampilkan pilihan untuk menggunakan aplikasi Macromedia Flash percobaab (tial) selama batas 30 hari atau menggunakan secara permanent tanpa batas waktu. Untuk memafaatkan secara permanent, dibutuhkan nomor seri untuk mengaktifkan pilihan penggunaan tanpa batas waktu atau membelinya melalui internet. Pilih salah satu pilihan tersebut dan tekan tombol Continue.

Gambar 1.9. Pilihan penggunaan macromedia Flash
3. Setelah proses pada gambar di atas selesai dilakukan, maka akan diberi pilihan untuk menentukan edisi Flash yang akan digunakan. Pilihan ini hanya sekali muncul pada saat Flash 8 pertama kali digunakan. Setelah memilih edisi yang sesuai, misalnya Flash Profesional 8, lalu tekan tombol OK untuk melanjutkan proses eksekusi program.

Gambar 1.10. Memilih edisi Flash 8
Perubahan ini dapat dipilih setelah masuk ke dalam program dengan memilih menu Help dan memilih “Try Flash Basic 8” atau “Try Flash Profesional 8”.
4. Selanjutnya akan muncul tampilan pembuka (splash screen) Flash 8 yang muncul sebelum masuk ke dalam layer kerja (workspace) Flash 8. Pada tampilan inilah, program akan melakukan proses pemanggilan komponen yang dibutuhkan.

Gambar 1.11. Splash screen Flash Professional 8
5. Setelah semua komponen terpanggil, akan ditampilkan layer kerja Macromedia Flash 8 dengan tampilan Start Page seperti gambar dibawah ini.

Gambar 1.12. Tampilan layar kerja (workspace) Flash 8
1.4. Mengenal Area Kerja
Macromedia Flash 8 adalah versi terbaru dari Flash, sejak diakuisisi oleh Adobe, kemampuan dan fitur-fiturnya menjadi dasyat dan lengkap sehingga dapat digunakan untuk membuat berbagai macam aplikasi seperti animasi web, kartun, multimedia interaktif, sampai aplikasi untuk ponsel. Selain itu, Flash 8 juga kompatibel dengan softwar-software desain dan animasi lainnya. Untuk memulai menggunakan, sebaiknya kita mengenal area kerjanya terlebih dahulu. Sesuai kata pepatah, tak kenal maka tak sayang. Hal tersebut tentunya akan mempermudahkan kita dalam memahami program. Tampilan area kerja Flash 8 dapat dilihat sebagai berikut.


Gambar 1.13. Area kerja Flash 8
Keterangan gambar :
v Menu, adalah sekumpulan perintah yang digunakan dalam Flash, seperti menu File > New yang berfungsi untuk menyimpan file Flash.
v Toolbox, adalah sekumpulan tool yang digunakan untuk menggambar dan mengedit objek (Tools), mengatur sudut pandang (View), menentukan warna (Colors), dan opsi pilihan dari setiap tool yang ada (Options).
v Timeline, adalah panel yang berfungsi mengatur jalannya animasi yang kita buat. Di sini kita bisa mempercepat maupun memperlambat animasi.
v Stage, Adalah kanvas tempat kita meletakan dan mengedit objek-objek Flash.
v Properti Panel, adalah panel yang menampilkan atribut dari suatu objek yang sedang aktif sehingga atribut objek tersebut dapat kita ubah.
v Panel Actions, adalah panel yang berisikan bahasa pemprograman ActionScript yang digunakan untuk membuat animasi interaktif.
1.4.1. Memahami toolbox

Gambar 1. 14. Mengenal dan memahami Toolbox
Keterangan :
· Selection Tool (V), adalah tool yang berfungsi untuk memilih dan menyeleksi suatu objek.
· Subselection Tool (A), adalah tool yang berfungsi untuk mengedit titik-titik pada suatu objek secara detail.
· Free Transform Tool (Q), adalah tool yang berfungsi untuk memutar suatu objek, mengatur skala suatu objek, melakukan distorsi terhadap suatu objek, dan lainnya.
· Fill Transform Tool (F), adalah tool yang memiliki fungsi yang sama dengan Free Transform Tool, hanya saja penggunaannya terhadap warna gradasi dari suatu objek.
· Line Tool (N), adalah tool yang berfungsi untuk membuat suatu garis.
· Lasso Tool (L), adalah tool yang berfungsi untuk menyeleksi objek secara bebas sehingga dapat memilih seluruh ataupun sebagaian dari objek tersebut.
· Pen Tool (P), adalah tool yang berfungsi untuk menggambar kurva melengkung.
· Text Tool (T), adalah tool yang berfungsi untuk membuat teks.
· Oval Tool (O), adalah tool yang berfungsi untuk membuat objek berbentuk lingkaran maupun elips.
· Rectangle Tool (R), adalah tool yang berfungsi untuk membuat objek berbentuk kotak maupun persegi empat.
· Pencil Tool (Y), adalah tool yang berfungsi untuk menggambar bentuk bebas, sama seperti kita menggambar dengan pensil di kertas.
· Brush Tool (B), adalah tool yang berfungsi untuk memoles dalam bentuk cat, sama seperti kita mengecat dinding dengan kuas.
· Ink Bottle Tool (S), adalah tool yang berfungsi untuk memberi dan mengubahwarna pada garis luar objek (stroke).
· Paint Bucket Tool (K), adalah tool yang berfungsi untuk memberi dan mengubah warna pada bidang dalam objek (fill).
· Eyedropper Tool (I), adalah tool yang berfungsi untuk mengambil dan meniru warna dari suatu objek maupun gambar bitmap untuk diaplikasikan pada objek lain.
· Eraser Tool (E), adalah tool yang berfungsi untuk menghapus objek.
1.4.2. Mengenal panel timeline

Gambar 1. 15. Mengenal panel timeline
Keterangan :
A. Layer, adalah suatu lapisan transparan yang berfungsi untuk mangatur peletakan objek-objek dalam suatu movie Flash. Jadi, objek yang berada di layer paling bawah akan tertutup oleh objek yang beradapada layer di atasnya.
B. Keyframe, adalah suatu frame yang berisikan satu objek atau lebih. Keyframe ditandai dengan bulatan hitam pada frame.
C. Playhead, adalah suatu alat yang berfungsi untuk menjalankan animasi di stage tanpa perlu melakukan Test Movie terlebih dahulu. Playhead ditandai dengan kotak slider berwarna merah yang terletak di atas frame.
D. Frame, adalah suatu wadah bingkai yang membentuk suatu movie Flash. Movie tersebut terediri atas sekumpulan gambar yang berurutan sehingga apabila dijalankan, movie terlihat seolah-olah bergerak.
1.4.3. Jenis file Flash 8
Flash dapat menghasilkan banyak file keluaran. Namun secara umum, terdapat tiga jenis file utama pada Flash,di antaranya :
a. File Utama (.fla), adalah jenis file utama ketika kita menyimpan movie Flash kita. Kita bisa membuka dan mengedit semua jenis file .fla pada Flash.
b. File Hasil Ekspor (.swf), adalah jenis file yang biasa digunakan pada halaman web. File dalam format .swf dapat dilihat melalui web browser, selama browser tersebut memiliki Flash Player.
c. File Eksekusi (.exe), adalah jenis file yang dapat dieksekusi tanpa perlu memiliki aplikasi Flash ataupun Flash Player. Dengan melakukan klik ganda terhadap file .exe tersebut, maka file tersebut akan terbuka secara otomatis.
BAB II. PEMBAHASAN
2.1. Membuat Desain Katalog Profil SMA NU 01 Wahid Hasyim Talang
Agar visualisasi di dalam katalog dapat menarik perhatian untuk membuka setiap informasi di dalamnya, maka diperlukan rancangan desain yang akan menjadi tampilan muka dari katalog yang dijalankan. Desain yang dirancang haruslah menyesuaikan dengan apa yang ditampilkan nantinya. Dengan mengkombinasikan multimedia, tampilan katalog tidak hanya statis sehingga seseorang yang melihatnya dapat merasakan apa yang ingin ditujukan oleh profil sekolah tersebut.

Gambar 2. 1. Contoh desain untuk profil SMA NU 01 Wahid Hasyim
Dari desain diatas terlihat ada beberapa bagian utama yang muncul di dalam katalog, antara lain:
1. Nama sekolah
2. Menu berupa halaman depan, visi dan misi, tentang SMA, Gallery dan Extra Kurikuler.
3. Preview atau layar untuk menampilkan informasi berdasarkan menu yang akan dipilih berupa tampilan gambar atau video, dan
4. Keterangan untuk menu ataupun informasi pendukung untuk layer tampilan informasi.
2.1.1. Persiapan Desain
Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat desain dengan menyertakan keempat bagian yang telah disebutkan diatas.
1. Mempersiapkan gambar latar belakang yang akan digunakan, beberapa informasi dan gambar pendukung untuk menu visi dan misi, tentang SMA, Gallery photo, dan Extra Kurikuler, beserta keterangan gambar.

Gambar 2. 2. Gambar untuk latar belakang desain

Gambar 2. 3. Latar belakang catalog
2. Membuat file baru melalui menu File > New. Kemudian pilih item menu Flash Dokumen.

Gambar 2. 4. Membuat dokumen Flash baru
3. Aturlah ukuran dokumen menjadi 500 x 700 pixel melaluui menu Modify > Dokument (Ctrl+J)

Gambar 2. 5. Mengubah ukuran 500 x 700 pixel
4. Selanjutnya impor gambar latar belakang ke dalam library melalui File > Import > to Library…

Gmabar 2. 6. Import ke dalam Library
5. Pilih file yang akan digunakan untuk latar belakang katalog. Kemudian file gambar yang dipilih akan muncul ke dalam jendela Library di sebelah kanan layer. Drag file gambar tersebut di dalam library ke dalam dokumen dan atuar koordinat gambar di dalam dokumen pada posisi X=0 dan Y=0.

Gambar 2. 7. Mendrag dan mengatur koordinat gambar latar belakang di dalam dokumen
6. Selanjutnya tambahkan satu objek baru lagi kedalam library sebagai tempat untuk menampilkan informasi. Layar tampilan informasi ini merupakan bagian utama ketiga dalam Gambar 4. 1. Tempat untuk menampilkan informasi itu berupa box.
7. Tambahkan library dengan dua gambar tanda panah untuk menunjukan ke kiri dank e kanan dibagian bawah navigasi dan jangan lupa untuk memberikan ikon keluar dari dari program agar pengguna awan dadap dengan mudah menutup catalog ketika selesai.
8. Tambahkan pula menu visi dan misi, tentang SMA, gallery photo, dan extra kurikuler dengan “Text Tool” dan ataur jenis dan ukuran serta warna gambar yang diinginkan melalui jendela Properties (Ctlr+F3).
9. Setelah penambahan gambar dan menu diatas, tampilan yang akan diperoleh akan tampak seperti gambar di bawah ini.

Gambar 2. 8. Desain keseluruhan setelah penambahan gambar
2.1.2. Menampilkan Gambar dengan ActionScript
Desain di atas dibuat untuk menampilkan gambar-gambar secara dinamis. Untuk itu gambar tidak dimasukkan ke dalam library atau di-drag ke dalam desain katalog melainkan dipanggil menggunakan kode program atau ActionScript. Dengan adaya kode program tersebut, gambar yang ditampilkan dapat bertambah sesuai kebutuhan tanpa perlu melakukan perubahan desain katalog. Berikut ini langkah-langkah untuk menampilkan file photo01.jpg ke atas layar (box.).
1. Agar dapat digunakan untuk tampilan gambar, konversikan layar tampilan informasi (box) menjdi symbol. Klik kanan kotak tersebut dan pilih menu Convert to symbol..

Gambar 2. 9. Konversi gambar ke simbol
2. Isilah nama simbol dengan “priview” pilih tipe Movie clip dan tekan OK

Gambar 2. 10. Memberi nama simbol
3. Klik mouse di luar desain catalog dan tekan F9 untuk menambahkan ActionScript pada Frame. Kode program di bawah ini digunakan untuk menampilkan gambar photo01 yang tersimpan di dalam satu folder. Ketik script dan tekan tombol
(Insert a target path) untuk menampilkan photo01 pada lokasi yang tepat. Kemudian akan muncul jendela “Insert Target Path” untuk memilih lokasi tampilan photo01.jpg. Pilih ‘(preview)” agar gambar tersebut tampil di kotak preview.

Gambar 2. 11. Memilih target
4. Pada saat pertama kali sebuah objek digunakan sebagai target, akan muncul permintaan untuk mengkonversi objek menjadi instance. Tekan tombol Rename untuk menyetujuinya.

Gambar 2. 12. Membuat instance
5. Selanjutnya beri nama instance tersebut. Agar memudahkan, gunakan nama yang sama dengan dan tekan OK.

Gambar 2. 13. Memberi nama instance
6. Hasil pemilihan target akan tampak seperti gambar di bawah ini. Tambahan teks “this.preview” menunjukan bahwa lokasi untuk menampilkan gambar ada pada instance “preview”.

Gambar 2. 14. Hasil pemilihan target
7. Apabila dijalankan dengan menu Control > Test Movie (Ctrl+Enter) hasilnya akan muncul gambar photo01.jpg di kotak tampilan informasi, seperti gambar berikut ini.

Gambar 2. 15. Hasil eksekusi
2.1.3. Menampilkan Teks dengan ActionScript
Selanjutnya penambahan informasi tertentu pada kotak keterangan yang ada di bagian utama keempat dari desain katalog. Agar informasi dapat tampil secara dinamis seperti halnyagambar sebelumnya, diperlukan ActionScript untuk memanggil file teks dan menampilkannya di atas layar. Berikut adalah langkah untuk menampilkan teks keterangan dari file keterangan.txt.
1. Buat objek kotak teks di atas kotak keterangan di bagian bawah desain. Klik “Tekt Tool” dan aturlah posisi teks selebar kotak yang telah disediakan dibagian bawah untuk menampilkan keterangan. Pengaturan ukuran dan jenis huruf melalui jendela properties (Ctlr+F3). Isilah kotak

Gambar 2. 16. Membuat objek teks
2. Selanjutnya kllik sembarang lokasi di luar layar desain dan tekan F9 untuk menambahkan ActionScript. Kode program berikut ini akan digunakan untuk menampilkan informasi yang ada dalam photo01.txt.

Gambar 2. 17. Kode untuk menampilkan isi photo01.txt
3. Persiapan file photo01.txt yang berisi informasi mengenai photo01.jpg. Simpan file tersebut bersama dengan file Flash di dalam satu folder.

Gambar 2. 18. File photo01.txt untuk keterangan gambar
4. Apabila dijalankan dengan menu Control > Test Movie (Ctrl+Enter) hasilnya akan muncul gambar01.jpg dikotak tampilan informasi beserta informasi gambar pada kotak keterangan, seperti gambar berikut ini.

Gambar 2. 19. Menampilkan teks keterangan beserta gambar
2.1.4. Penambahan ActionScrip pada Menu
Dengan tampilan gambar dan keterangan gambar, maka desain katalog udah berfungsi 50 persen. Untuk penambahan ActionScrip pada menu visi dan misi, galleri photo, tentang SMA, dan Extra Kurikuler sama seperti pada saat pemberian ActionScript pada saat penampilan gambar ke dalam box. Hanya saja ada perubahan dan penambahan kodenya. Lakukan hal yang sama untuk menu visi dan misi, tentang SMA NU, galleri photo dan extra kurikuler. Konversi keempat menu tersebut ke dalam simbol denngan tipe button atau tomboldan dinamai “menu1’, “menu2”, “menu3”, dan “menu4”.

Gambar 2. 20. Konversi symbol untuk semua menu
Penambahan ActionScript disesuai dengan masing-masing menu dibawah ini.
a. on (realese) { PilMenu=”VisidanMisi”; for(n=0;n if (String(halaman_id[n]= =PilMenu) { loadMovie(nama_photo[n],_root.preview); keterangan.text = info_ket[n]; break; } } }
Visi dan Misi
b. on (realese) { PilMenu=”TentangSMANU”; for(n=0;n if (String(halaman_id[n]= =PilMenu) { loadMovie(nama_photo[n],_root.preview); keterangan.text = info_ket[n]; break; } } }
Tentang SMA NU
c. Galleri Photo
on (realese) { PilMenu=”GalleriPhoto”; for(n=0;n if (String(halaman_id[n]= =PilMenu) { loadMovie(nama_photo[n],_root.preview); keterangan.text = info_ket[n]; break; } } }
d. Extra Kurikuler
on (realese) { PilMenu=”ExtraKurikuler”; for(n=0;n if (String(halaman_id[n]= =PilMenu) { loadMovie(nama_photo[n],_root.preview); keterangan.text = info_ket[n]; break; } } }
Perhatikan baris kode yang ditebalkan pada masing-masing Menu. Semuanya hanya perlu mengganti baris kode yang ditebalkan di ats untuk setiap menunya, menyesuaikan kolom “halaman_id” dalam file katalog.xml sehingga dapat menampilkan gambar sesuai dengan halaman_id yang sama dengan menu.
2.1.5. Menambah ActionScrip pada Navigasi
Tombol panah ke kiri dan ke kanan pada kotak preview digunakan untuk menampilkan gambar sebelumnya atau gambar sesudahnya, namun gambar-gambar tersebut masih dalam kelompok menu yang sama. Ketika tombol tanda panah kiri ditekan, maka akan menuju ke gambar dengan nomor urut sebelumnya.

Gambar 2. 21. Klik tombol panah kiri
Kode Program :
on (realese) { if(idx>1){ idx--; } for(n=0;n if(String(halamn_id[n])= =PilMenu){ if(String(nomor_urut[n])= = idx){ loadMovie(nama_photo[n],_root.preview); keterangan.text = info_ket[n]; break; } } } }
Kemudian klik tombol panah ke kanan ditekan, maka akan menuju ke gambar dengan nomor urut sebelumnya.

Gambar 2. 22. Klik tombol panah kanan
Kode Program :
on (realese) { var found=0 idx++; } for(n=0;n if(String(halamn_id[n])= =PilMenu){ if(String(nomor_urut[n])= = idx){ found=1; loadMovie(nama_photo[n],_root.preview); keterangan.text = info_ket[n]; stop; } } } }
2.2. Mengemas Katalog dalam Bentuk CD Autorun
Setelah mencapai tahap akhir, yaitu menyalin katalog yang telah dibuat ke dalam bentuk CD-ROM yang dapat berjalan secara otomatis. Sebetulnya tidak banyak yang perlu dikerjakan pada tahap ini. Semua tahap yang akan dilakukan berikut ini juga cukup mudah untuk dikerjakan.
2.2.1. Membuat file EXE untuk Flash
Hasil jadi Macromedia Flash adalah file dengan ekstensi SWF. Jika ingin memilih untuk menggunakan file tersebut, maka setiap komputer yang menjalankan Autorun CD haruslah telah mempunyai Macromedia Flashdi komputernya. Meskipun saat ini, Flash Player telah menjadi kebutuhan bagi pengguna komputer, tidak ada jaminan bahwa setiap komputer selalu menpunyai Flash Player di dalamnya. Untuk itu diperlukan pembuatan file EXE untuk file SWT yang telah dibuat sebelumnya. Caranya cukup sederhana, berikut ini langkah-lankah untuk membuat file EXE dari file SWT.
1. Buka file SWT dengan Flash Player dengan cara klik ganda file SWT yang dibuat tadi.
2. Selanjutnya pilih menu File > Create Projector….
3. Akan muncul jendela dialog untuk menyimpan file SWT yang dibuka kedalam format EXE. Tentukan lokasi penyimpanan dan nama file EXE yang akan dibuat. Tekan tombol Save setelah lokasi dan nama file EXE ditentukan.
4. Jika diperhatikan, ukuran file akan membengkak menjadi lebih besar karena di dalam file EXE terdapat tambahan Flash Player disamping Flash Movie (SWF). Keuntungan dengan adanya bentuk EXE ini, pengguna tidak perlu lagi bingung mencari Flash Player untuk menjalankan Flash Movie. Dengan selesainya konversi file SWF menjadi EXE, maka satu langkah pertama sudah berhasil dikerjakan.
2.2.2. Membuat Konfigurasi Autorun CD
Terdapat file dengan tipe Setup Information (*.inf) dengan nama autorun.inf yang berfungsi untuk mengatur perlakuan sistem operasi Microsoft Windows terdapat CD-ROM yang dimasukkan ke dalamnya. Tanpa adanya file tersebut, ketika CD-ROM dimasukkan ke dalam CD-ROM drive Windows tidak akan melakukan tindakan apa pun.
2.2.2.1. Menjalankan program
[AutoRun] OPEN=Nama File Executable ICON=Nama File ICON
Isian standar dalam autorun.inf untuk dapat menjalankan program (binary) adalah Listing autorun.inf
Nama File Executable pada set OPEN merupakan nama file program yang akan dipanggil ketika CD-ROM dimasukkan ke dalam CD drive. Yang dimaksud dengan File Executable adalah file yang dapat dipanggil secara langsung tanpa bantuan program lain. File yang dimaksudkan bisa berakhiran (mempunyai ekstensi) EXE, COM, dan BAT.
[AutoRun] OPEN=katalog.exe ICON=katalog.ico
Sedangkan Nama File ICON merupakan gambar ikon yang akan menjadi symbol CD yang akan dibuat. Untuk mempermudah, file tersebut sebaiknya diletakkan di root directory dari CD. Sebagai contohnya, dapat dilihat perubahan listing autorun.inf berikut ini :
Dari perubahan listing di atas, file katalog.exe akan dieksekusi ketika CD dikenali oleh sistem. Sedangkan katalog.ico merupakan file ikon yang akan menjadi simbol dari CD ketika dibuka oleh Explorer.
2.2.2.2. Mengeksekusi file tertentu dengan software tertentu
Apabila file yang diinginkan dijalankan secara otomatis ketika CD dimasukan ke dalam drive berupa file-file non-executable, maka listing autorun.inf yang digunakan juga berbeda dengan sebelumnya. File non-executable merupakan file yang tidak langsung dapat di eksekusi, melaikan memerlukan software atau program tertentu. Sebagai contoh adalah file html memerlukan browser web Internet Explorer untuk bisa dilihat sedangkan file swt memerlukan Flash Player.
Isian standar dalam autorun.inf untuk dapat menjalankan file non-executable adalah seperti di bawah ini.
Listing autorun.inf
[AutoRun] SHELL=Nama File Non-Executable ICON=Nama File ICON
Yang perlu diperhatikan pada listing di atas adalah perubahan set OPEN menjadi SHELL. Perubahan ini diperlukan mengingat pentingnya software yang ada di dalam sistem untuk membuka file non-executable tersebut Jika tidak ada program yang di registrasikan untuk menangani file tersebut, maka tidak akan terjadi aktifitas apa pun ketika CD dimasukkan ke dalam drive.
Jika di terapkan pada dokumen Flash yang berekstensikan SWT, maka perubahan listing di atas menjadi seperti di bawah ini.
[AutoRun] SHELL=katalog.exe ICON=katalog.ico
Dari perubahan listing di atas, terlihat bahwa katalog.swf akan dibuka ketika CD dimasukkan ke dalam drive dan dikenali oleh sitem. Umumnya file katalog.swf akan dijalankan oleh Flash Player yang terinstal di dalam kompoter. Namun, jika di dalam komputer pengguna tidak terdapat Flash Player atau versi Flash Player di dalam komputer cukup tua, maka katalog.swf tidak akan terbuka.
Apabila kedua cara dibandingkan, maka cara pertama lebih disarankan untuk digunakan karena ada ketergantungan pada software lain. Cara pertama lebih dapat dipastikan berjalan di komputer pengguna. Untuk itu, visualisasi yang dihasilkan dengan Macromedia Flash harus dikonversi menjdi file EXE.
2.2.3. Menyalin semua file ke dalam CD - ROM
Dalam proses pembakaran CD cukup mudah, terutama jika di dalam komputer telah mempunyai CD-RW drive sebelumnya. Dengan menggunakan software Nero yang biasanya di-bundle bersama dengan CD-RW drive yang di beli, proses transfer file dari hard disk ke dalam CD dapat dilakukan dengan mudah.
Langkah-langka di bawah ini adalah proses pembuatan isi CD beserta proses pembakarannya :
1. Jalankan program Nero Express dengan menekan tombol Start > Programs > Nero[versi] . Nero Express.
2. Selanjutnya pilih menu Data > Data Disc untuk memulai pembuatan CD dengan tipe data.
3. Proses berikut adalah mendaftarkan file-file yang akan menjadi isi (content) CD-R. Tekan tombol Add untuk memulai memilih file yang akan dimasukkan ke dalam daftar. Oleh karena Nero 6 mendukung multisession, maka dapat mengoreksinya apabila terdapat kesalahn dalam copy file ke CD-R.
4. Selanjutnya akan muncul jendela “Select Files and Folders” yang berfungsi untuk memilih file ataupun direktori secara satu per satu maupun sekaligus (dengan blok) kedalam daftar file yang akan dimasukkan ke dalam CD. Setelah memilih file-file tersebut, tekan tombol Add. Jika telah selesai memilih file dan segera ingin melanjutkan ke proses pembakaran CD, tekan tombol Finished untuk kembali ke layer utama.
5. Pastikan semua file yang akan di copy ke dalam CD telah masuk ke dalam daftar file. Jika belum, maka dapat mengulangi peruses penambahan file atau direktori dengan menekan tombol Add. Sedangkan jika menemukan file yang tidak seharusnya di copy ke dalam CD, maka dapat memilihnya dan menekan tombol Delete. Jangan lupa untuk memasukkan file autorun.inf yang telah dibuat sebelumnya. File tersebut merupakan dokumen penting untuk memerintahkan CD bekerja saat dimasukkan ke dalam CD-ROM drive. Apabila semuanya telah benar, tekan tombul Next untuk melanjutkan ke proses berikutnya.
6. proses berikutnya adalah menentukan CD-RW dire yang akan digunakan untuk membakar CD. Selain itu, akan diminta untuk memberikan nama volume CD pada kotak input Disc name. Pada kotak input Writing speed, akan diminta menentukan kecepatan menulis CD. Sebaliknya, kecepatan yang akan dipilih jangan terlalu tinggi. Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan pengguna memakai CD-ROM drive berkecepatan rendah akan mengalami kesulitan membaca isi CD. Normal untuk kecepatan yang digunakan adalah 24x (3,600KB/s). Tekan tombol Burn untuk memulai proses penyalinan.
7. Selanjutnya tunggulah peruses pembakaran CD sampai proses dinyatakan selesai dan mencai 100%. Semakin banyak file yang dipilih, semakin lama pula proses pembakaran CD. Untuk membatalkan, dapat menekan tombol stop. Namun, langkah penghentian proses akan mengakibatkan CD yang dibakar tidak lagi dapat digunakan. Untuk itu, sebaiknya berhati-hati untuk tidak megarahkan mouse ke tombol stop.
8. Selesainya proses pembakaran CD ditandai dengan munculnya jendela dialog yang menyatakan proses pembakaran telah sukses dilakukan pada kecepatan 24x (3,600 KB/s). Tekan tombol OK untuk menutup jendela dialog tersebut.
9. Beberapa saat kemudian, CD yang telah selesai pembakaran akan keluar dari CD-RW drive. Tekan tobol Next untuk menutup proses pembakaran CD.
10. Selanjutnya akan muncul tampilan program dengan menu New project, Cover Designer, dan Save project. Jika menghendaki untuk menyimpan hasil kerja yang baru saja selesai, tekan tombol Save project. Apabila pekerjaan pembuatan CD telah selesai, tekan tombol Exit untuk keluar dari program Nero Express.
11. Setelah proses pembakaran selesai langkah yang perlu dilakukan adalah memeriksa sekali lagi validitas CD yang dihasilkan dengan memasukannya ke dalam CD-ROM drive. Jika sistem operasi memanggil program yang dimaksudkan di dalam file autorun.inf, maka hasil pembakaran CD dapat dinyatakan berhasil.
BAB III. KESIMPULAN DAN SARAN
3.1. Kesimpulan
Dari semua hal dan uraian yang telah penulis kemukakan dan juga berdasarkan hasil dari pelaksanaan Kerja Praktek yang penulis tempuh di SMA NU 01 Wahid Hasyim Talang maka dapat disimpulkan bahwa masalah untuk mempromosikan profil sekolah dalam bentuk website dan kemudian mengkoneksikannya ke internet terasa kurang efektif. Walaupun hal tersebut adalah sebuah kebutuhan untuk menuju sekolah yang berstandar internasional dimana sekolah harus mempunyai website agar siapapun bisa mengaksesnya baik itu siswanya sendiri maupun masyarakat lain yang berkeinginan mengetahui lebih banyak tentang profil sekolah tersebut.
Macromedia Flash merupakan aplikasi yang digunakan untuk melakukan desain dan membangun perangkat presentasi, publikasi, atau aplikasi lainnya yang membutuhkan ketersediaan sarana interaksi dengan penggunanya. Dalam pembuatan profil sekolah menggunakan Macromedia Flash Player adalah sebuah sarana baru, walaupun sudah banyak orang yang menggunakannya untuk presentasi produk dan profil perusahan dalam sebuah diskusi manajemen perusahaan. Presentasi profil sekolah yang dikemas dalam CD-ROM dirasakan akan lebih efektif dan tepat menuju sasaran jika dibandingkan dengan pemanfaatan website yang mengharuskan masyarakat umum untuk melakukan koneksi ke internet serta membuka satu per satu halaman website.
Pemanfaatan Macromedia Flash untuk profil sekolah dapat dijadikan sebuah solusi yang paling tepat akan susahnya akses internet pada saat jam sibuk atau pada saat internet trouble karena pengaruh dari cuaca ataupun instalasi lainnya yang mempengaruhi koneksi ke internet. Begitu pula dengan masyarakat penghuni SMA NU Wahid Hasyim Talang dan masyarakat umum sekitar yang belum sepenuhnya mengenal internet. Dengan amplikasi Flash Player ini akan dapat dengan mudah melihat presentasi profil sekolah dengan memasukan CD-ROM tersebut ke dalam CD-ROM drive, semuanya berjalan secara otomatis ketika CD-ROM tersebut dapat dikenali oleh komputer sehingga tak perlu lagi menguasai bagaimana cara menjalankan presentasi tersebut secara manual.
Meskipun masih banyak kekurangan dan perbaikan dalam proses pembuatan aplikasi offline ini, namun penulis telah bekerja secara maksimal untuk mencapai hasil yang memuaskan. Dengan demikian Kerja Praktek ini sangat bermanfaat dan berguna bagi penulis, terutama untuk menerapkan ilmu telah penulis peroleh selama belajar di Politeknik Harapan Bersama Tegal, sehingga penulis dapat mengatur, mengukur kemampuan serta kesimpulan ke dunia kerja untuk jangka waktu yang panjang nanti.
3.2. Saran
Setelah melihat, mengamati, dan langsung melaksanakan Kerja Praktek di SMA NU 01 Wahid Hasyim Talang maka penulis memberi saran yang mungkin dapat diterima oleh pihak yang bersangkutan. Proses kegiatan yang sudah berlangsung selama ini sudah mendukung tercapainya hasil kegiatan yang maksimal. Tapi, ada baiknya penambahan kelengkapan sarana dan prasarana yang dianggap perlu demi kelancaran pelaksanaan tugas kantor, perlu penambahan keahlian komputerisasi agar pengolahan data secara elektronik berjalan dengan lancar, hubungan kekeluargaan dan kerja sama antara kepala sekolah, guru dan staf karyawan yang sudah terjalin dengan baik perlu di pertahankan dan di pupuk secara terus menerus, begitu pula dengan peningkatan mutu pembelajaran perlu perbaikan fasilitas pada laboraturium komputer, penambahan komputer dan pengadaan teknisi komputer.
Meskipun pada pembahasan di atas lebih terfokus pada aplikasi offline berbasis CD-ROM, namun diharapkan katalog tetap dapat ditampilkan pada dua media, baik offline (via C-ROM) maupun online (via website).
DAFTAR PUSTAKA
Abdillah, Maylane Boni. 2008. Panduan Pelaksanaan dan pembuatan Laporan Kerja Praktek. (Online) Tersedia : www.poltektegal.ac.id
Enterprise, Jubile. 2007. Buku Latihan Flash 8 untuk Advertising.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar